Apel Kemanusiaan PWNU Jateng Abad ke-2 NU Disambut Meriah di Batang
Batang, ISR – Apel Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah Abad Kedua NU Disambut Meriah di Batang menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar kegiatan ini di Alun-alun Kabupaten Batang, Minggu (1/2/2026), dalam rangka memperingati satu abad Masehi NU.
Apel Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah berlangsung semarak dengan kehadiran ribuan nahdliyin dari berbagai daerah. Para peserta mengikuti apel dengan penuh antusias sebagai simbol kesiapan NU memasuki abad kedua pengabdian.
Panitia menyuguhkan berbagai atraksi seni untuk menambah semarak acara. Marching Band Ansor Banser Kecamatan Batang tampil energik. Atraksi Pagar Nusa Kabupaten Batang menunjukkan ketangkasan kader. Drumband Garfa Nada Satkorcab GARFA Kabupaten Kendal tampil sebagai penutup pembukaan.
Garfa Nada berhasil mencuri perhatian peserta apel. Drumband ini terbentuk pada tahun 2023. Kader GARFA asal Weleri, Siti Himmatul Aliyah, memprakarsai pembentukannya dan mengonsolidasikan kader lintas kecamatan.
Ketua Garfa Nada, Budi Lestari, mengakui tantangan dalam menyatukan para kader. Kesibukan dan tanggung jawab keluarga menjadi hambatan utama. Namun, semangat kebersamaan mendorong para kader tetap berlatih secara konsisten.
Garfa Nada menjalani persiapan selama dua bulan. Mereka mengusung tema Indonesia Wonderland. Dalam penampilan tersebut, Garfa Nada membawakan 17 lagu daerah dalam satu rangkaian pertunjukan.
“Penampilan ini kami jadikan momentum untuk membawa Garfa Nada berkembang lebih maju,” ujar Budi Lestari.
Kasatkorcab GARFA Kabupaten Kendal, Kholishotur Rodhiyah, menyampaikan apresiasi kepada PWNU Jawa Tengah. Ia berterima kasih atas kesempatan tampil dalam pembukaan apel kemanusiaan.
“Kami berharap kesempatan ini memacu semangat kader untuk terus meningkatkan kualitas,” katanya.
Garfa Nada menjadi satu-satunya marching band GARFA di Jawa Tengah. Keberadaan ini menumbuhkan rasa bangga di kalangan nahdliyin Kabupaten Kendal.
Pengurus LPBI Kabupaten Kendal, H. Ali Mustafidz, menilai penampilan tersebut memiliki makna strategis. Ia berharap Garfa Kabupaten Kendal mampu berkontribusi luas di masyarakat.
“Garfa harus hadir dalam bidang kemanusiaan, keagamaan, sosial, kepemimpinan, dan kesenian,” pesannya.
