Semarak Ramadhan 1447 H SMP Mutual Magelang Perkuat Karakter Siswa
KOTA MAGELANG – Semarak Ramadhan 1447 H SMP Mutual Magelang menjadi momentum penguatan karakter siswa. SMP Mutual menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
SMP Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang mengusung tema “Ramadhan Mubarok, Small Act Big Impact”. Sekolah ingin menanamkan nilai kebaikan melalui aksi sederhana. Setiap kegiatan dirancang untuk membentuk akhlak dan kepedulian sosial.
Kepala sekolah, Ahmad Haryanto, menjelaskan bahwa kegiatan dimulai sebelum Ramadhan. Sekolah menggelar Program Tarim atau Tarhib Ramadhan. Panitia juga menggalang infak untuk program Taif (Tebar Iftor).
Panitia menghimpun Rp48 juta dari orang tua siswa. Dana tersebut digunakan untuk membagikan 5.000 paket iftor. Tim menyalurkan paket di Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Temanggung.
Program Sosial dan Penguatan Karakter
Sekolah menerjunkan siswa ke Srumbung dan Tembarak, Temanggung. Kegiatan berlangsung selama tiga hari. Program ini bernama Damaskus (Didik Akhlaq Mandiri untuk Hidup Sederhana).
Melalui program ini, siswa belajar hidup sederhana. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pengalaman ini melatih empati dan tanggung jawab sosial.

Guru dan karyawan mengikuti program Samarkan. Kegiatan ini berupa tadabur Al-Qur’an setelah salat Zuhur. Sekolah ingin membangun budaya religius yang konsisten.
Dakwah Digital dan Gerakan Masjid
SMP Mutual juga menggerakkan dakwah digital. Siswa menyampaikan kultum melalui program Jeddah (Jurnal Edukasi Dakwah). Sekolah ingin melatih keberanian dan kemampuan komunikasi siswa.
Program lainnya meliputi Makkah, Senja Ramadhan, Muzdalifah, Madinah, dan Kuwait. Semua kegiatan tersebut mendukung pembentukan karakter religius.
Koordinator panitia, Iqbal Wijdani, menyampaikan bahwa panitia akan menyalurkan zakat fitrah dan sedekah kepada warga sekitar sekolah. Panitia juga membagikannya di lokasi bakti sosial.
Ia menegaskan bahwa pengalaman berbagi secara langsung sangat berharga. Pengalaman itu akan membentuk empati siswa hingga dewasa. (Fury Fariansyah)
