Masyarakat Desa Tunggulsari Lakukan Observasi Sejarah Asal-usul Panji Witono di Dasun Lasem
Rembang, ISR– Masyarakat Desa Tunggulsari melakukan observasi sejarah Panji Witono Lasem dengan berkunjung ke Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Kegiatan ini bertujuan menelusuri asal-usul Raden Panji Witono (Welang) sekaligus menyambung kembali mata rantai sejarah Lasem yang terputus selama ratusan tahun.
Rombongan dari Tunggulsari terdiri dari tokoh masyarakat dan unsur keagamaan, di antaranya Pak Kusuma Wardana selaku Carik Desa Tunggulsari, serta Kyai Taufik selaku Ketua Ranting NU Desa Tunggulsari. Kehadiran mereka menegaskan bahwa observasi ini tidak hanya bersifat kultural, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan keagamaan.
Setibanya di Desa Dasun, rombongan disambut dengan sangat baik oleh pemerintah desa dan tokoh-tokoh setempat. Suasana penyambutan bahkan diibaratkan seperti bertemu saudara yang telah lama hilang, mencerminkan kuatnya ikatan sejarah dan emosional antar-sesama putro wayah Lasem.
Dalam forum diskusi dan penelusuran sejarah, sejumlah tokoh Rembang menyampaikan dan membenarkan bahwa Raden Panji Witono merupakan putro wayah Lasem, di antaranya:
1. Pak Jarwo, Kepala Desa Dasun
2. Mas Exsan, Sekretaris Desa Dasun, penulis dan sejarawan, sekaligus pengelola Rembang TV
3. Pak Danang Swastika, budayawan dan sejarawan Rembang serta Ketua Organisasi Putro Wayah Lasem di Rembang
4. Mas Boy Wijaya, trah putro wayah Lasem
Ziarah Jejak Leluhur Panji Lasem
Rangkaian observasi sejarah ini diawali dengan ziarah ke makam Eyang Raden Mas Panji Margono di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem. Panji Margono diketahui sebagai ayah dari Raden Panji Witono, sekaligus tokoh penting dalam sejarah Lasem.
Perjalanan sejarah kemudian ditarik hingga ke makam Mbah Srimpet (Tejakusuma I) di kawasan Masjid Agung Lasem. Tejakusuma I merupakan Adipati Lasem pertama dan ayah dari Panji Margono, sehingga garis genealogis Panji Witono semakin terang dan dapat dipertanggungjawabkan secara historis.
Selain itu, rombongan juga menelusuri jejak Panji Khamzah, yang disebut sebagai anak dari Panji Witono, sebagai bagian dari kesinambungan trah Panji Lasem lintas generasi.
Edukasi Generasi Muda dan Pengamanan Aset Sejarah
Observasi ini bertujuan untuk membuka kembali sejarah yang terputus, sekaligus mengedukasi generasi muda agar mengenal tokoh-tokoh besar Lasem secara utuh dan benar. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi langkah awal pengamanan dan pelestarian aset sejarah nasional, khususnya makam dan situs-situs penting peninggalan Panji Lasem.
Masyarakat Desa Tunggulsari berharap hasil observasi sejarah ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk dokumentasi, kajian akademik, serta pengakuan yang lebih serius terhadap warisan sejarah Lasem sebagai bagian penting dari sejarah nasional Indonesia.
