Warga Tak Dilibatkan dalam Pertemuan Kecamatan, Padahal Penolakan Galian C Sudah Disepakati di Balai Desa
KENDAL, ISR – Warga Desa Puguh, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, menyayangkan tidak dilibatkannya perwakilan warga dalam pertemuan yang digelar di Kantor Kecamatan Pegandon, meski sebelumnya telah ada kesepakatan bersama menolak aktivitas tambang Galian C di wilayah desa tersebut.
Sebelumnya, warga Desa Puguh bersama Pemerintah Desa dan pihak PT Pandawa Alam Sejahtera (PAS) menggelar musyawarah di Balai Desa Puguh pada Senin, 19 Januari 2026. Dalam pertemuan itu, disepakati penolakan terhadap aktivitas Galian C karena dinilai berdampak pada kerusakan lingkungan dan mengancam keberlanjutan wilayah sekitar, khususnya di Dusun Perboan. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Berita Acara (BA).
Sebagai tindak lanjut dari hasil musyawarah desa, warga kemudian melakukan pembongkaran jembatan yang selama ini digunakan sebagai akses jalan menuju lokasi tambang. Pembongkaran dilakukan secara bertahap dengan pemilahan material.
Asep, salah satu perwakilan warga Desa Puguh, menegaskan bahwa pembongkaran jembatan tersebut bukan tindakan sepihak. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari kesepakatan hasil musyawarah dan dilakukan atas sepengetahuan serta izin dari Kepala Desa Puguh.
“Pembongkaran jembatan itu hasil kesepakatan bersama. Kami lakukan dengan cara dipilah dan juga sudah mendapat izin dari kepala desa,” ujar Asep.
Namun pasca pembongkaran jembatan, Pemerintah Kecamatan Pegandon menggelar pertemuan lanjutan di kantor kecamatan pada Selasa, 20 Januari 2026, tanpa melibatkan unsur warga yang terdampak langsung.
Asep menyayangkan tidak dilibatkannya warga dalam pertemuan tersebut. Ia menilai warga justru menjadi pihak yang dibahas tanpa diberi kesempatan menyampaikan pandangan, meskipun sebelumnya telah ada kesepakatan resmi di tingkat desa.
“Padahal sudah ada pertemuan resmi di balai desa dan kesepakatan menolak tambang. Tapi saat dibahas di kecamatan, warga tidak dilibatkan,” tambahnya.
Warga berharap ke depan setiap pembahasan lanjutan terkait polemik Galian C di Desa Puguh dilakukan secara terbuka dan melibatkan perwakilan masyarakat, agar keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan aspirasi warga.
