Lakpesdam PCNU Kendal Launching dan Bedah Buku “Politik Kebangsaan Ala Aswaja” Perspektif KH M Danial Rayyan
Kendal, ISR — Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kendal resmi meluncurkan sekaligus membedah buku berjudul Politik Kebangsaan Ala Aswaja: Perspektif Pemikiran KH M Danial Rayyan, sebagai bagian dari program penguatan akidah dan wawasan Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja). Kegiatan tersebut digelar di Ballroom Bank Nusamba Cepiring, Ahad (7/12/2025), dan menghadirkan sejumlah akademisi serta intelektual Nahdlatul Ulama.
Acara diisi langsung oleh penulis buku, M. Irhamni Sabil, yang hadir sebagai narasumber utama. Sekretaris Lakpesdam PCNU Kendal, Bayu Nugroho, menjelaskan bahwa peluncuran dan bedah buku ini merupakan ikhtiar penguatan literasi politik kebangsaan pada kader NU.
Turut hadir dalam forum ilmiah tersebut Guru Besar Antropologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Prof. Dr. Mudjahirin Tohir, Dekan FISIP Unwahas Dr. Ali Martin, serta dimoderatori oleh Wakil Ketua Lakpesdam PCNU Kendal, Dr. Hj. Lutfiyah.
Dalam pemaparannya, Irhamni Sabil menegaskan bahwa pemikiran KH M Danial Rayyan mengenai politik kebangsaan merupakan ajakan untuk kembali pada ruh perjuangan Nahdlatul Ulama seperti yang dicontohkan para muassis (pendiri bangsa dan NU).
> “Orientasi politik NU ada pada tiga cita-cita, yaitu ketuhanan, persatuan, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.
Sementara Dr. Ali Martin menyoroti kuatnya landasan Aswaja dalam pemikiran politik kebangsaan Kiai Danial Rayyan.
> “Kiai Danial tidak pernah mengambil keputusan tanpa rujukan. Kaidah dar’ul mafasid dan ma la yudraku kulluh la yutraku kulluh menjadi pijakan beliau,” jelasnya.
Adapun Prof. Mudjahirin Tohir menyampaikan pandangan kritis mengenai maraknya praktik politik uang (money politics) yang dinilai dapat merusak sendi demokrasi. Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya dengan fatwa moral, tetapi juga memerlukan dukungan struktur kekuasaan.
> “Menghilangkan bahaya money politics perlu kerja bersama. Pemilih harus merdeka berpikir dan merdeka secara ekonomi agar berani menolak praktik tersebut,” tegasnya.
Menutup acara, Dr. Hj. Lutfiyah berharap momentum peluncuran buku ini menjadi penyulut semangat intelektual di lingkungan NU. Ia menekankan pentingnya forum diskusi ilmiah untuk memperkaya khazanah pemikiran dan mendorong kader mengembangkan tradisi literasi.
> “Semoga buku ini menjadi pemantik agar kader NU semakin produktif menulis dan berkarya,” pungkasnya.
