Nyai Hj. Shinta Nuriyah memberikan sambutan dalam Sahur Kebangsaan 2026 yang digelar Gusdurian Kendal di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Senin dini hari (23/2/2026).

Gusdurian Kendal Hadirkan Nyai Shinta Nuriyah dalam Sahur Kebangsaan 2026

Kendal, ISR – Gusdurian Kendal menghadirkan Nyai Hj. Shinta Nuriyah dalam agenda Sahur Kebangsaan 2026 di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Senin dini hari (23/2/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi”. Selain itu, panitia membuka acara ini untuk masyarakat umum sehingga berbagai elemen bisa hadir bersama.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dan Wakil Bupati Benny Karnadi turut mengikuti kegiatan tersebut. Tidak hanya itu, ratusan peserta dari kalangan kiai, santri, pejabat pemerintah, seniman, komunitas, hingga aktivis lintas agama juga memadati pendopo.

Inisiatif dan Momentum Kebangkitan

Melalui Gusdurian Kendal Hadirkan Nyai Shinta Nuriyah dalam Sahur Kebangsaan 2026, panitia ingin memperkuat kembali nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Oleh karena itu, panitia menyusun rangkaian acara yang memadukan dialog, refleksi, serta penampilan seni.

Koordinator Gusdurian Kendal, Abdullah Jindan, menjelaskan bahwa Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi menggagas kehadiran Nyai Shinta pada 22 Januari 2026. Selanjutnya, Gusdurian Kendal bersama Lakpesdam PCNU dan FKUB Kendal segera menindaklanjuti gagasan tersebut.

Menurut Jindan, kehadiran Nyai Shinta menjadi pemantik semangat baru. Bahkan, ia menilai momentum ini sebagai titik kebangkitan setelah masa kevakuman.

“Karena itu, kami ingin menggerakkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Gus Dur agar semakin membumi di Kendal,” tegasnya.

Antusiasme Lintas Kalangan

Sementara itu, Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Kendal, Ahmad Supari, menyoroti tingginya partisipasi masyarakat. Ia menilai kehadiran ratusan peserta menunjukkan semangat persatuan tetap tumbuh di tengah perbedaan.

“Alhamdulillah, ratusan orang hadir dari berbagai unsur. Dengan demikian, kita melihat semangat kebangsaan dan kemanusiaan tetap terjaga,” ujarnya.

Selain dialog, panitia juga menghadirkan penampilan seni yang selaras dengan tema kebangsaan. Dengan demikian, suasana sahur tidak hanya sarat refleksi, tetapi juga hangat dan membumi.

Pesan Persatuan dari Nyai Shinta

Dalam sambutannya, Nyai Hj. Shinta Nuriyah mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan. Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, dan karakter tidak boleh memecah bangsa.

“Meskipun berbeda-beda, kita tetap satu bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, kita harus mengedepankan rasa saling menghormati,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia memimpin hadirin menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”. Akhirnya, seluruh peserta berdiri dan menyanyikan lagu tersebut bersama-sama sebagai simbol penguatan persatuan.

Komitmen Merawat Nilai Kebangsaan

Secara keseluruhan, Sahur Kebangsaan 2026 menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan nilai toleransi dan demokrasi. Dengan demikian, Gusdurian Kendal menunjukkan komitmen nyata untuk terus merawat semangat kebangsaan di tengah berbagai tantangan sosial dan politik.

Ke depan, panitia berharap gerakan ini semakin berkembang. Oleh sebab itu, kolaborasi lintas elemen masyarakat akan terus diperkuat agar nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan tetap hidup di Kendal. (Anish)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!