Suasana sowan halal bihalal guru SMA NU 05 Brangsong saat bersilaturahmi di kediaman KH. Muhaimin Anwar, dalam rangka mempererat ukhuwah serta memohon doa dan nasihat.

Guru SMA NU 05 Brangsong Sowan Halal Bihalal ke Para Kiai, Perkuat Spirit Pendidikan dan Aswaja

Brangsong – Dalam rangka mempererat silaturahmi dan mengambil keberkahan pasca Hari Raya Idulfitri, seluruh guru, staf, dan karyawan SMA NU 05 Brangsong melaksanakan kegiatan sowan halal bihalal kepada para tokoh dan kiai, Senin (30/3/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh keluarga besar sekolah dengan tujuan memperkuat hubungan spiritual, meneladani para ulama, serta mendapatkan nasihat dan doa demi kemajuan pendidikan di SMA NU 05 Brangsong.

Kepala Sekolah, Ana Khoirul Umami, S.S., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali niat pengabdian para guru. “Melalui sowan ini, kami berharap mendapatkan keberkahan, arahan, dan motivasi dari para kiai agar mampu terus mendidik generasi yang berilmu dan berakhlak,” ujarnya.

Adapun tokoh yang disowani yakni KH. Abdul Hamid Al Hafidz, pengasuh PP Manazilul Qur’an; KH. Mandzur Labib, Wakil Ketua PW NU Jawa Tengah sekaligus pengasuh PP Sabilunnajah Penjalin; Kiai Asri, pengasuh PP Al Hidayah Kertomulyo; serta KH. Muhaimin Anwar, Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Brangsong.

Dalam tausiyahnya, KH. Abdul Hamid Al Hafidz menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pencetak generasi muda yang berilmu dan bertakwa. Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter pemuda yang mandiri. “Pemuda yang baik adalah yang mampu berkata ‘inilah saya’, bukan hanya ‘ini ayah saya’. Dan sekolah yang tepat untuk mencetak generasi seperti itu adalah SMA NU 05 Brangsong,” tuturnya.

Suasana sowan halal bihalal guru SMA NU 05 Brangsong saat bersilaturahmi di kediaman KH. Mandzur Labib, Wakil Ketua PW NU Jawa Tengah sekaligus pengasuh PP Sabilunnajah Penjalin, dalam rangka mempererat ukhuwah dan menerima nasihat keilmuan serta ke-NU-an.

Sementara itu, KH. Mandzur Labib menyampaikan bahwa tugas guru sejatinya adalah ta’lim wa ta’allum (mengajar dan terus belajar). Ia menegaskan bahwa berkhidmah di dunia pendidikan merupakan amal yang sangat mulia, meskipun di era modern tantangannya semakin berat. “Saat ini guru banyak disibukkan administrasi dibanding pendekatan kepada siswa, padahal generasi sekarang membutuhkan perhatian lebih karena pengaruh teknologi yang sangat kuat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi generasi saat ini yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, guru harus mampu mendidik dengan pendekatan kasih sayang, kesabaran, dan keikhlasan. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga eksistensi SMA NU 05 Brangsong sebagai wajah masa depan Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

Pesan lain yang disampaikan adalah pentingnya membiasakan salat Dhuha dan Zuhur bagi siswa sebagai benteng moral untuk mencegah kemungkaran. Guru diharapkan mampu mengawal hal tersebut dengan penuh kesungguhan.

Kiai Asri dalam kesempatan tersebut berpesan agar para guru senantiasa mendoakan murid-muridnya agar dapat meraih cita-cita dan menjadi generasi yang bermanfaat.

Sedangkan KH. Muhaimin Anwar menyampaikan bahwa bertamu atau sowan merupakan ibadah yang penuh berkah. “Tamu datang membawa pahala dan pulang membawa dosa, artinya tuan rumah mendapatkan pahala karena memuliakan tamu, sementara tamu mendapatkan ampunan dosa,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru SMA NU 05 Brangsong semakin istiqamah dalam mendidik, menjaga nilai-nilai ke-NU-an, serta terus bersemangat mencetak generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!