Halal Bihalal MWC NU Singorojo, 700 Nahdliyin Perkuat Silaturahmi
Kendal, ISR – Kegiatan halal bihalal MWC NU Singorojo menghadirkan sekitar 700 nahdliyin di halaman SMA Negeri 1 Singorojo, Minggu (5/4/2026). Agenda halal bihalal MWC NU Singorojo ini dirangkaikan dengan pertemuan rutin Ahad Pahing yang mempertemukan seluruh elemen NU di tingkat kecamatan.
Panitia halal bihalal MWC NU Singorojo mengundang jajaran pengurus MWC, para kiai dan sesepuh NU se-Kecamatan Singorojo, pengurus lembaga, badan otonom (banom), pengurus ranting, serta Forkompincam Singorojo. Mereka hadir untuk mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan soliditas organisasi.
Ketua MWC NU Singorojo, KH Khoirul Amin, menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga dan badan otonom dengan MWC NU. Ia menilai kehadiran seluruh elemen NU menunjukkan komitmen bersama dalam menghidupkan organisasi.
“Hari ini saya melihat lembaga, badan otonom, dan pengurus ranting hadir bukan sekadar berkumpul. Mereka datang untuk bersama-sama menghidupkan NU di Kecamatan Singorojo. NU bergerak atau tidak, bergantung pada semua elemen, baik lembaga maupun badan otonom,” tegasnya.
Ia juga memberi pesan khusus kepada Barisan Ansor Serbaguna (Banser) agar terus menjaga semangat pengabdian di masyarakat. “Khususnya kepada sahabat Banser, tetap semangat mengabdi di masyarakat,” tambahnya.
Camat Singorojo, Chandra Putra, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kekompakan warga NU. Ia berharap kekompakan tersebut tidak hanya terjaga di internal organisasi, tetapi juga terbangun dengan organisasi dan komunitas lain.
“Kekompakan ini jangan hanya di internal, tetapi juga harus terjalin dengan organisasi dan komunitas lain agar tercipta keselarasan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, mauidhoh hasanah disampaikan oleh KH Zainal Arifin dari Pageruyung, Sukorejo. Ia menjelaskan bahwa Idulfitri dan halal bihalal mencerminkan karakter seseorang dalam meminta dan memberi maaf dengan penuh keikhlasan.
“Idulfitri dan halal bihalal adalah bentuk pemahaman karakter, bagaimana seseorang dengan ridha meminta maaf dan juga memaafkan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar halal bihalal tidak hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa makna. Menurutnya, kegiatan ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dan memperkuat silaturahmi.
“Jangan sampai halal bihalal hanya menjadi rutinitas tahunan. Kegiatan ini harus mengandung makna saling memaafkan dan memperbaiki jalinan silaturahmi,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Para nahdliyin memperkuat kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen untuk menghidupkan NU di Kecamatan Singorojo. (Anish)
