Peserta kegiatan menyimak pemaparan tentang strategi peningkatan nilai jual kopi melalui pengolahan mandiri.

Dinas Pertanian Kendal Gelar Peningkatan Kualitas SDG, Fokus Pengolahan Kopi

Kendal, ISR – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal menggelar kegiatan peningkatan kualitas SDG hewan dan tanaman di Desa Harjodowo, Kecamatan Sukorejo. Melalui Peningkatan Kualitas SDG Kendal, pemerintah daerah mendorong penguatan sektor pertanian desa agar semakin produktif dan berdaya saing. Sekitar 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Komitmen Pemerintah Daerah

Plt. Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Gunadi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDG hewan dan tanaman harus menjadi prioritas bersama. Selain itu, ia mengajak petani memanfaatkan pendampingan penyuluh secara maksimal. Menurutnya, petani perlu meningkatkan mutu produksi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, penyuluh, dan kelompok tani sehingga program berjalan berkelanjutan.

Dukungan DPRD untuk Petani Desa

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kendal, Abdul Syukur, menyampaikan dukungan terhadap penguatan sektor pertanian desa. Ia menilai sinergi yang solid akan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, ia mendorong petani agar berani mengembangkan komoditas unggulan secara mandiri.

Di sisi lain, Masrifah Afna dan Irwan Subianto menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan. Mereka menilai petani membutuhkan pembaruan wawasan secara rutin agar mampu mengikuti perkembangan pasar. Dengan demikian, desa dapat meningkatkan daya saing produk pertanian sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Strategi Pengolahan Pasca Panen Kopi

Kemudian, pemateri dari PPL Plantungan, Bapak Eko, memaparkan strategi pengolahan pasca panen kopi secara rinci. Ia menjelaskan bahwa petani akan memperoleh keuntungan lebih besar ketika memanen dan mengolah kopi sendiri dibandingkan menjual dengan sistem tebas kepada tengkulak. Tidak hanya itu, ia juga menguraikan tahapan sortasi, pengupasan, fermentasi, dan pengeringan sebagai kunci peningkatan kualitas.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tren konsumsi kopi terus meningkat seiring menjamurnya kafe di berbagai daerah. Karena itu, petani Desa Harjodowo perlu menangkap peluang tersebut dengan meningkatkan kualitas produksi. Dengan strategi yang tepat, petani dapat memperkuat posisi tawar di pasar.

Harapan untuk Peningkatan Ekonomi Desa

Melalui Peningkatan Kualitas SDG Kendal, pemerintah daerah ingin membangun kemandirian petani sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas lokal. Pada akhirnya, kegiatan ini mendorong petani agar mengelola kopi secara profesional sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!