Dihantam Ombak Besar, Kapal Nelayan Terbalik di Muara Bandengan Kendal

Dihantam Ombak Besar, Kapal Nelayan Terbalik di Muara Bandengan Kendal

Kendal, ISR – Detik-detik mencekam dialami nelayan Bandengan saat kapal perikanan KMN Armada terbalik di perairan Muara Bandengan, Kecamatan Bandengan, Kabupaten Kendal, Sabtu (24/1/2026) pagi. Ombak besar yang datang tiba-tiba dari samping kapal membuat kapal miring hingga akhirnya terbalik di pintu muara.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, tak lama setelah kapal bertolak dari Dermaga Perikanan Bandengan untuk melaut. Saat memasuki pintu muara, gelombang laut menghantam lambung kapal, membuat mesin mati dan kapal kehilangan kendali.

Dalam situasi darurat itu, nahkoda Roni dengan sigap memerintahkan dua anak buah kapal (ABK) untuk menyelamatkan diri. Ketiganya terjun ke laut dan berenang menuju tepi, berjuang melawan arus dan ombak.

Beruntung, kapal nelayan KMN Gabus yang sedang melintas melihat kejadian tersebut. Mendengar teriakan minta tolong, nahkoda KMN Gabus segera memberikan pertolongan dan membawa seluruh korban kembali ke Dermaga Bandengan dengan selamat.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke KNPT Bandengan dan diteruskan kepada Sat Polairud Polres Kendal. Petugas bersama nelayan setempat langsung berupaya melakukan evakuasi kapal yang terbalik.

Sekitar pukul 08.30 WIB, kapal nelayan KMN Sinar Bahagia dikerahkan untuk menarik KMN Armada. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena kondisi cuaca buruk, ombak besar, serta air laut yang belum pasang. Kapal penarik akhirnya kembali ke dermaga.

Hingga kini, kapal KMN Armada masih berada di lokasi kejadian. Rencana evakuasi lanjutan akan dilakukan dengan menunggu kondisi cuaca membaik dan air laut pasang, dengan melibatkan kapal nelayan lain secara gotong royong.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian material cukup besar. Satu unit kapal perikanan dan mesin induk dilaporkan rusak, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp. 30 juta.

Insiden ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di pintu muara yang rawan gelombang besar, terlebih di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!