Warga menemukan mayat yang diduga korban hanyut

Dua Hari Hilang, Warga Hanyut Berhasil Ditemukan

KENDAL, ISR – Warga Hanyut Kalibodri akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Muara Sungai Bodri, Dukuh Pilangsari, Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Penemuan warga hanyut Kalibodri tersebut mengakhiri pencarian setelah korban sebelumnya dilaporkan tenggelam di Bendungan Juwero.

Nelayan setempat pertama kali melihat tubuh mengapung di pinggir sungai saat hendak melaut. Pelapor bersama Jiwo Santoso menyadari sosok tersebut merupakan mayat dalam posisi tengkurap. Mereka segera mendekat dan mengikat tubuh korban dengan tali agar tidak terbawa arus sebelum melapor ke Polsek Patebon.

Proses Evakuasi Korban

Anggota Polsek Patebon bersama petugas PMI dan BPBD Kabupaten Kendal langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Tim mengevakuasi jenazah dengan hati-hati lalu membawa korban ke Puskesmas Patebon I untuk menjalani pemeriksaan medis.

Dokter Nurul Afifah memeriksa kondisi tubuh korban dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban diduga meninggal akibat tenggelam, bukan karena tindakan kriminal.

Identitas Korban Terungkap

Keluarga kemudian mengenali korban sebagai Muhammad Efendi bin Sutrisno (36), warga Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal. Pihak keluarga menjelaskan bahwa korban sebelumnya hanyut di Bendungan Juwero pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB saat berada di sekitar aliran sungai.

Peristiwa warga hanyut Kalibodri tersebut sempat membuat keluarga dan warga sekitar khawatir. Aparat bersama relawan melakukan pemantauan aliran sungai hingga akhirnya jasad korban ditemukan di muara.

Keluarga Tolak Autopsi

Setelah menerima penjelasan medis, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak proses autopsi dan membuat surat pernyataan resmi sebagai bentuk persetujuan.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat debit air meningkat. Aparat berharap kejadian warga hanyut Kalibodri ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan demi keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!