Bupati Kendal Luncurkan Buku Kaliwungu dalam Lintas Ruang dan Waktu di Pendopo Bahurekso
Kendal, ISR – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari secara resmi meluncurkan buku Kaliwungu dalam Lintas Ruang dan Waktu di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Selasa (10/2/2026). Peluncuran buku Kaliwungu dalam Lintas Ruang dan Waktu tersebut dihadiri para pejabat daerah, camat se-Kabupaten Kendal, komunitas literasi, pegiat seni dan budaya, serta para seniman muda Kendal. Selain itu, masyarakat yang peduli sejarah daerah juga turut menyaksikan momen penting tersebut.
Apresiasi Bupati untuk Para Penulis
Dalam sambutannya, Bupati Kendal menyampaikan apresiasi tinggi kepada 16 penulis yang terlibat. Ia menegaskan bahwa buku ini menjadi jembatan penting untuk melestarikan nilai-nilai sejarah Kaliwungu. Menurutnya, karya ini tidak hanya merekam masa lalu, tetapi juga menguatkan identitas daerah. Oleh karena itu, ia berharap generasi muda dapat memanfaatkan buku tersebut sebagai referensi sejarah lokal.
Kolaborasi 16 Penulis Lintas Generasi
Buku Kaliwungu dalam Lintas Ruang dan Waktu lahir dari kolaborasi 16 penulis dengan latar belakang akademik dan kultural yang beragam. Di antaranya terdapat profesor, doktor, tokoh masyarakat, hingga penulis muda. Dengan demikian, buku ini menghadirkan perspektif yang luas dan mendalam tentang perjalanan Kaliwungu. Penerbit Pelataran Sastra Kaliwungu kemudian menerbitkan karya tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap literasi sejarah.
Harapan untuk Literasi dan Sejarah Daerah
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi, menyambut baik peluncuran buku ini. Ia berharap buku tersebut menjadi awal lahirnya karya-karya serupa yang membahas sejarah, perkembangan peradaban, serta cita-cita masa depan Kendal. Bahkan, ia mendorong komunitas literasi untuk terus menggali potensi sejarah lokal.
Presiden Pelataran Sastra Kaliwungu, Bahrul Ulum A. Malik, juga menilai buku ini sebagai wujud kegelisahan intelektual para penulis. Ia menekankan bahwa penulis ingin membuka fakta sejarah agar masyarakat memahami perjalanan daerahnya secara utuh.
Mengungkap Jejak Sejarah Kaliwungu
Salah satu penulis termuda, Ir. Galih Setyo Aji, memilih mengangkat jejak sejarah Kaliwungu dalam tulisannya. Ia mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah dan mengenal tokoh-tokoh pejuang daerah. Selain dikenal sebagai kota santri, Kaliwungu juga menjadi pusat kebudayaan Kabupaten Kendal. Namun demikian, masih ada sisi sejarah yang belum banyak terungkap. Karena itulah, melalui buku ini, para penulis berupaya membuka kembali lembaran sejarah yang lama tertutup agar masyarakat semakin memahami jati diri daerahnya.(Anish)
