Kaliwungu bukan sekadar nama wilayah, tetapi identitas yang harus terus hidup di tengah perubahan zaman

Makna Besar Nama “Kaliwungu” Kendal

KENDAL, ISR – Kaliwungu bukan sekadar nama wilayah, tetapi identitas yang harus terus hidup di tengah perubahan zaman. Pesan itu menguat dalam peluncuran buku Kaliwungu dalam Lintasan Ruang dan Waktu di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Selasa (10/2).

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menilai buku tersebut sebagai langkah nyata merawat ingatan kolektif masyarakat sekaligus menjaga jati diri daerah. Ia menegaskan pembangunan tidak cukup bertumpu pada beton dan angka statistik, tetapi harus berakar pada nilai budaya lokal.

“Buku ini bukan sekadar dokumentasi sejarah, melainkan cermin identitas masyarakat,” tegasnya.

Sejumlah tokoh Kaliwungu dari berbagai latar belakang menulis buku tersebut dan merangkum kekayaan sejarah, budaya, serta dinamika sosial daerah. Mereka berharap generasi muda memahami akar sejarah dan memperkuat identitas lokal di tengah arus modernisasi.

Melalui buku ini, masyarakat dan pemerintah daerah dapat menjaga arah pembangunan Kendal agar tetap berpijak pada budaya serta kearifan lokal.

Informasi lengkap baca di https://infosemarangraya.com/informasi-buku-psk-kaliwungu-dalam-lintasan-ruang-dan-waktu/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!