Diskusi bedah buku komunitas literasi Boja Kendal.
Bedah buku dan diskusi pegiat literasi di Boja, Kabupaten Kendal.

Perkuat Literasi Komunikasi Lereng Medini, KLM Boja Bedah Tiga Buku Penulis Lokal Kendal

Kendal, ISR – Perkuat literasi komunikasi lereng Medini menjadi semangat utama dalam bedah buku yang digelar KLM Boja bersama Teras Baca Boja (TBB), Wakul Pustaka, dan Pustaka Ajar pada Sabtu (14/2/2026). Melalui forum ini, KLM Boja ingin memperluas ruang dialog sekaligus menguatkan budaya baca di Kabupaten Kendal.

Selain itu, kegiatan ini menghadirkan tiga karya penulis lokal. Panitia mengundang pegiat literasi dari Singorojo, Boja, dan Limbangan agar diskusi semakin hidup dan terbuka.

Tiga Buku, Tiga Gagasan Kuat

Dalam upaya perkuat literasi komunikasi lereng Medini, panitia membedah tiga buku karya putra daerah. Pertama, Lintas Albania, Swiss dan Negara Lain karya Sigit Susanto. Ia merupakan penulis asal Boja yang kini bermukim di Swiss.

Kedua, Syurga di Kepalaku karya Wahyu Indah, penulis muda asal Kangkung. Ketiga, Mahkota Nirwana karya Ahmad Dawud Khairudin yang juga berasal dari Boja.

Dengan demikian, forum ini tidak hanya mengenalkan buku. Forum ini juga mempertemukan gagasan, pengalaman, dan keberanian para penulis lokal.

Suasana bedah buku dan diskusi pegiat literasi di Boja, Kabupaten Kendal.

Apresiasi dan Semangat Anti Plagiat

Zakia Maharani dari TBB mengulas karya Sigit Susanto dengan penuh antusias. Ia menilai Sigit konsisten menulis perjalanan secara detail dan bermakna. Bahkan, ia mencatat setiap waktu dan peristiwa secara runtut.

Menurut Zakia, Sigit tidak hanya menampilkan keindahan perjalanan. Namun, ia juga menulis kesedihan, kekecewaan, dan kekhawatiran secara seimbang. Oleh karena itu, Zakia mengajak peserta menolak plagiat dan menghargai proses kreatif penulis.

Keberanian Menulis dan Siap Dikritik

Sementara itu, Siroj Lintang memberikan apresiasi kepada Ahmad Dawud Khairudin. Ia menegaskan bahwa menulis buku membutuhkan keberanian. Penulis harus siap menerima pujian sekaligus kritik.

“Tidak semua orang berani menerbitkan buku. Namun, hampir semua orang bisa menulis jika mau belajar,” tegasnya. Ia juga mengingatkan penulis pemula agar menyiapkan mental sebelum terjun ke dunia literasi.

Surga dalam Pola Pikir

Koordinator KLM Boja, Anis Hidayati, mengulas kumpulan cerpen Syurga di Kepalaku. Ia menekankan satu gagasan penting dalam buku tersebut. Menurutnya, surga hadir dari prasangka baik dalam pikiran.

Selain mengangkat isu sosial, Wahyu Indah meramu cerita dengan bahasa puitis. Latar belakangnya sebagai penyair membuat cerpen terasa padat makna. Karena itu, Anis mendorong generasi muda agar terus menulis dan membaca.

Komitmen Tolak Pembajakan

Diskusi yang dipandu Naely Kharin berlangsung hangat dan partisipatif. Di akhir acara, para pegiat literasi menyatukan komitmen bersama. Mereka sepakat menolak pembajakan karya.

Sebagai langkah nyata, mereka mengampanyekan slogan, “Pembaca terhormat tidak membaca buku bajakan.” Dengan kampanye ini, komunitas literasi berharap ekosistem literasi Kendal semakin sehat dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!