Lakpesdam PCNU Kendal Gandeng Bapperida Perkuat Perlindungan dan Kualitas Pekerja Migran Indonesia
KENDAL, ISR – Pekerja Migran menjadi salah satu fokus pembahasan dalam audiensi antara Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kendal dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kendal. Kedua lembaga sepakat memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong perlindungan yang lebih baik bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kendal.
Audiensi berlangsung di Kantor Bapperida Kabupaten Kendal pada Rabu (29/7/2026). Selain mempererat silaturahmi, pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan pembangunan daerah yang berkaitan dengan pendidikan, ketenagakerjaan, hingga perlindungan pekerja migran.
Bangun Kolaborasi Berbasis Data
Kepala Bapperida Kabupaten Kendal, Izzudin Latif, menerima langsung rombongan Lakpesdam PCNU Kendal yang dipimpin Ketua Lakpesdam, Ahmad Supari. Turut hadir jajaran Bapperida, pengurus Lakpesdam, serta tim yang menangani program pengembangan pekerja migran.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak saling bertukar data dan informasi mengenai kondisi pembangunan Kabupaten Kendal. Selain itu, mereka juga membahas berbagai persoalan yang masih dihadapi Pekerja Migran beserta keluarganya.
Ketua Lakpesdam PCNU Kendal, Ahmad Supari, mengatakan bahwa Lakpesdam dan Bapperida memiliki kesamaan visi dalam pengembangan riset serta pembangunan berbasis peningkatan kualitas SDM.
“Lakpesdam dan Bapperida memiliki irisan kerja yang kuat, terutama dalam riset dan penyusunan program pembangunan. Salah satu perhatian kami adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Pendidikan Masih Menjadi Tantangan
Ahmad Supari menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi Kendal menunjukkan tren positif, terutama dengan hadirnya Kawasan Industri Kendal (KIK). Namun, menurutnya, daerah masih menghadapi tantangan pada sektor pendidikan dan kualitas tenaga kerja.
Ia menilai lapangan pekerjaan sebenarnya cukup tersedia. Akan tetapi, rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesiapan tenaga kerja.
Karena itu, peningkatan akses pendidikan perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, biaya pendidikan juga masih menjadi salah satu penyebab masyarakat memilih bekerja ke luar negeri.
Pertumbuhan Ekonomi Terus Meningkat
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Kendal, Izzudin Latif, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal terus menyusun pembangunan berdasarkan persoalan strategis daerah.
Ia menyebut tema pembangunan “Kendal Hebat” menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan tata kelola pemerintahan.
Selain itu, Latif menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada 2025 mencapai 7,9 persen. Di sisi lain, angka kemiskinan turun menjadi 8,40 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,07.
Meski demikian, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan keterbatasan anggaran. Oleh sebab itu, Pemkab Kendal terus memperkuat kolaborasi dengan Baznas dan dunia industri melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Perlindungan PMI Harus Menyeluruh
Dalam diskusi tersebut, pembahasan kemudian mengarah pada persoalan Pekerja Migran asal Kendal. Izzudin Latif menjelaskan bahwa Kabupaten Kendal memiliki sejarah panjang sebagai salah satu daerah pengirim PMI di Jawa Tengah.
Menurutnya, pemerintah daerah telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Kabupaten Kendal. Selain itu, tersedia pula layanan Rumah Aman Kartika sebagai bentuk perlindungan bagi PMI dan keluarganya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Lakpesdam Bidang Advokasi dan Kajian Strategis, Dr. Hj. Lutfiyah, M.S.I., menegaskan bahwa persoalan pekerja migran tidak hanya berkaitan dengan ekonomi.
Menurutnya, PMI juga menghadapi persoalan keluarga, perlindungan hukum, penempatan ilegal, hingga kasus kekerasan yang membutuhkan perhatian serius.
Bekali PMI dengan Keterampilan dan Sertifikasi
Koordinator Program P2MI-BK Kabupaten Kendal, Jumiat, S.Pd., M.IP., menilai pasar kerja internasional kini lebih membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, kemampuan bahasa asing, dan sertifikasi resmi.
Karena itu, calon pekerja migran perlu memperoleh pelatihan vokasi, pendampingan, serta pemahaman mengenai prosedur penempatan yang legal sebelum berangkat ke luar negeri.
Sinergi Wujudkan Kebijakan yang Tepat Sasaran
Lakpesdam PCNU Kendal berharap kolaborasi bersama Bapperida mampu menghasilkan riset dan rekomendasi kebijakan berbasis data. Melalui kerja sama tersebut, kedua lembaga ingin mendorong peningkatan kualitas SDM sekaligus memperkuat perlindungan bagi pekerja migran sejak sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga kembali ke daerah asal.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor industri, diharapkan semakin banyak Pekerja Migran asal Kendal yang berangkat melalui jalur resmi, memiliki kompetensi yang memadai, serta memperoleh perlindungan hukum dan pemberdayaan secara berkelanjutan.
