Petugas mendata kelayakan sapi kurban beserta daftar nama Shohibul Qurban dalam program Rendangmu Lazismu Jawa Tengah.

Rp 9 Miliar, Hewan Kurban Muhammadiyah Jateng Dikemas Jadi Logistik Darurat Bencana dan Wilayah 3T

SEMARANG, ISR – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah berhasil menghimpun dan mengelola dana kurban hingga menembus angka Rp9 miliar. Berbeda dari distribusi daging segar biasa, panitia mengonversi ratusan ekor sapi kurban menjadi produk logistik darurat. Langkah strategis ini dialokasikan khusus untuk menyuplai kawasan terdepan, terbelakang, dan tertinggal (3T) di berbagai pelosok tanah air.

​Ketua PWM Jawa Tengah, KH. Tafsir, memaparkan strategi filantropi tersebut kepada awak media setelah bertindak sebagai khatib salat Iduladha di halaman Masjid Ukhuwah Islamiyah, Banyumanik, Semarang, Rabu (27/5/2026).

​Menurut KH Tafsir, inovasi mengolah daging sapi menjadi produk kaleng “Rendangmu” merupakan bagian dari semangat tajdid atau pembaruan yang diusung persyarikatan.

​”Ini jelas wujud dari tajdid Muhammadiyah. Tahun ini bersyukur target di atas 9 miliar rupiah sudah berhasil kita penuhi,” ujar dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo tersebut.

​Dalam proses produksinya, PWM Jawa Tengah menggandeng mitra pengolahan profesional di Denpasar, Bali. Langkah lintas pulau ini diambil lantaran fasilitas sterilisasi berskala industri yang mumpuni baru tersedia secara optimal di sana. Sebagai kilas balik, pada tahun sebelumnya Muhammadiyah Jateng juga sukses mengemas 380 ekor sapi dengan serapan dana mencapai Rp8 miliar.

​Sabuk Pengaman Pangan untuk Kawasan Kritis

​Inovasi pengalengan Rendangmu oleh Lazismu Muhammadiyah Jateng ini menghasilkan produk pangan dengan daya tahan yang sangat baik, yakni mampu disimpan hingga dua tahun. Keunggulan inilah yang mendasari keputusan Muhammadiyah Jateng untuk menyalurkan pasokan protein tersebut ke wilayah-wilayah yang rentan krisis.

​”Daging kurban kemasan kaleng ini tidak hanya disiapkan untuk merespons bencana alam di dalam negeri maupun internasional, tetapi yang krusial di domestik adalah didistribusikan ke wilayah 3T: terdepan, terbelakang, dan tertinggal,” jelas KH Tafsir.

​Melalui terobosan ini, perputaran dana miliaran rupiah berhasil diwujudkan menjadi sabuk pengaman logistik yang nyata. Program Rendangmu sekaligus mempertegas komitmen Muhammadiyah Jateng dalam menghadirkan ibadah kurban yang berdampak luas, khususnya untuk menjaga ketahanan gizi jangka panjang masyarakat di daerah pelosok Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!