Aksi penolakan rencana tambang Galian C Tunggulsari oleh warga dan tokoh masyarakat setempat.
Penyampaian penolakan rencana tambang Galian C Tunggulsari oleh warga dan tokoh masyarakat setempat kepada perwakilan tambang

Pasca Demo Besar-besaran, Perwakilan Tambang Galian C Akhirnya Temui Warga Tunggulsari, Ini Hasilnya!

Kendal — Suasana di Desa Tunggulsari perlahan memasuki babak baru pascaaksi unjuk rasa besar-besaran yang sempat digelar oleh ratusan warga setempat. Guna meredam tensi yang memanas, perwakilan tambang Galian C temui warga Tunggulsari secara langsung dalam sebuah forum dialog. Pertemuan ini menjadi momen krusial untuk mendengar langsung apa yang menjadi tuntutan dan kegelisahan masyarakat di akar rumput.

Langkah taktis yang diambil oleh manajemen CV Pratama Putra Widjaya ini bertujuan untuk membuka ruang komunikasi yang tersumbat. Saat perwakilan tambang Galian C temui warga Tunggulsari, pihak perusahaan datang dengan membawa pesan damai dan permohonan maaf, berharap bisa melunakkan penolakan keras yang sebelumnya disuarakan warga di jalanan.Namun, bagaimana hasil akhir dari pertemuan tersebut?

Perusahaan Minta Maaf dan Cari Jalan Tengah

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan pengawalan ketat namun kondusif tersebut, Wisnu, selaku perwakilan dari CV Pratama Putra Widjaya, membuka obrolan dengan nada meredam. Pihaknya dengan berjiwa besar menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan kegaduhan yang terjadi selama proses rencana penambangan ini berjalan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan selama ini. Dan saya mohon petunjuk serta arahan,” ujar Wisnu di hadapan perwakilan warga yang menyimak dengan saksama.

Senada dengan Wisnu, Cahyo yang juga mewakili pihak manajemen menegaskan bahwa kehadiran mereka hari itu murni untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi murni dari warga pascademo, untuk kemudian dilaporkan ke jajaran direksi pusat.

“Apapun bentuk sikap dari warga, langsung saya sampaikan ke pimpinan. Kami hanya menjembatani. Intinya kami datang ke sini untuk silaturahmi,” tutur Cahyo.

Warga Kompak Bentengi Desa dari Kerusakan Lingkungan

Meski utusan perusahaan datang dengan sikap yang santun, hal itu ternyata tidak sedikit pun menggoyahkan komitmen warga Tunggulsari. Gelombang demo besar-besaran sebelumnya menjadi bukti sahih bahwa warga sudah satu suara.

Ketua RW 04, Kyai Khumaidi, yang mengomandoi warga di area terdampak—khususnya wilayah yang jalannya akan dilewati jembatan akses calon tambang—menyuarakan kekhawatiran nyata yang selama ini dipendam masyarakat.

“Kami menolak tegas. Berkaca dari desa-desa di kiri dan kanan kami, keberadaan tambang hanya merusak lingkungan,” ucap Kyai Khumaidi dengan raut wajah serius.

Sikap tanpa kompromi ini diperkuat oleh Solihin, Ketua RT 03 RW 05. Baginya, mandat dari warga untuk menolak tambang adalah sebuah amanah suci yang wajib diperjuangkan demi masa depan generasi penerus desa.

“Saya diamanahi warga saya bahwa menolak tambang hukumnya wajib. Karena lahan kami ini adalah lahan pertanian yang produktif,” tegas Solihin.

Hasil Akhir: Keputusan Musdes Jadi Harga Mati

Menjawab permintaan “petunjuk dan arahan” yang berulang kali dilontarkan oleh manajemen perusahaan, Solihin menekankan bahwa pihak CV Pratama Putra Widjaya sebenarnya tidak perlu bingung mencari arah kebijakan. Sebab, seluruh aspirasi warga sudah dituangkan secara legal dan sah melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes).

“Jika memang meminta arahan dan petunjuk, maka jawabannya adalah hasil Musdes. Mayoritas warga menolak tambang, dan Musdes itu adalah forum tertinggi di desa ini. Kami semua menghormati keputusan itu,” pungkas Solihin menyudahi pembicaraan.

Hasil Akhir Pertemuan:

Dialog pascademo ini berakhir dengan jalan buntu bagi pihak perusahaan. Warga Desa Tunggulsari tetap berdiri kokoh pada sikap penolakan mutlak. Mereka menegaskan bahwa ruang hidup, kelestarian lingkungan, dan sawah produktif mereka tidak bisa ditukar dengan materi, serta meminta pihak CV Pratama Putra Widjaya menghormati keputusan tertinggi desa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!