Video Viral Pemotor Terpeleset di Sepetek, GPK Kendal: Pemkab Diam, Kami Turun ke Jalan!
Kendal, ISR – Video pemotor terpeleset di Tanjakan Sepetek, Singorojo, Kendal, menyebar cepat di media sosial dan langsung memicu kemarahan warga. Bukan kali ini saja pengendara motor jatuh di titik yang sama. Jalan yang semula bisa dilalui dengan aman kini berubah licin dan berlumpur, tanah yang terbawa ban truk-truk besar pengangkut material dari kawasan tambang di atas bukit perlahan mengubah tanjakan itu menjadi jebakan berbahaya.
Warga sekitar mengaku sudah berulang kali menyaksikan pengendara terpeleset di Tanjakan Sepetek. Tapi tidak ada yang berubah. Truk tetap melintas, jalan tetap rusak, dan korban terus berjatuhan.
GPK Kendal: Pemkab Harus Bertindak
Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Kendal, Gus Kafi, langsung angkat bicara begitu video pemotor terpeleset di Sepetek itu viral. Ia menyebut insiden ini bukan kecelakaan biasa, melainkan buah dari pembiaran yang sudah terlalu lama dibiarkan terjadi.
“Sudah banyak korban yang jatuh di sini. Ini akibat langsung dari aktivitas tambang yang terus dibiarkan beroperasi tanpa kendali. Pemkab Kendal tidak boleh diam lagi,” tegas Gus Kafi.
Ia memberi peringatan keras kepada Pemerintah Kabupaten Kendal. Jika tidak ada tindakan nyata dalam waktu dekat, ia siap mengerahkan massa untuk turun ke jalan.
“Kalau Pemkab masih diam, kami akan turun ke jalan. Massa sudah siap,” tegasnya.
Tambang Berkedok Penataan Lahan di Sepetek
Polemik di kawasan Sepetek sebenarnya sudah berlangsung lama. Pengelola menyebut kegiatan di lokasi sebagai penataan lahan untuk agrowisata dan pemindahan Rumah Makan Durenjati yang terdampak bau TPA. Tapi di lapangan, warga melihat kenyataan yang berbeda: excavator mengeruk batu andesit dan tanah, truk besar silih berganti keluar masuk bukit, dan jalanan di bawahnya kian rusak setiap harinya.
Gus Kafi meminta Bupati Kendal segera turun ke lapangan, menghentikan sementara seluruh aktivitas di Sepetek, dan membuka status izin kepada publik secara transparan.
“Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru bergerak. Pemkab dan aparat harus hadir sekarang, bukan nanti,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola maupun Pemerintah Kabupaten Kendal belum memberikan respons resmi. Perkembangan kasus ini terus dipantau.
