Lokasi penambangan galian C di Kendal tampak dari udara. Area ini menunjukkan aktivitas penggalian material yang terus berlangsung, meninggalkan cekungan besar dan genangan air di sekitarnya

Terbongkar! Fakta Galian C di Kendal, Kendal Darurat Tambang?

KENDAL, ISR – Situasi pertambangan Galian C di Kabupaten Kendal kian memprihatinkan dan memasuki fase darurat. Selain kerusakan lingkungan dan jalan yang semakin parah, kini muncul berbagai insiden kecelakaan yang mengancam keselamatan warga.

 

Lumpur Licin di Gapura Tugu Batas Wilayah Picu Banyak Kecelakaan

Di kawasan gapura perbatasan Kendal–Semarang, tepatnya di sebelah barat Mangkang, warga mengeluhkan kondisi jalan yang kerap penuh lumpur akibat truk pengangkut tanah dari lokasi tambang.

Lumpur tersebut membuat jalan sangat licin, terlebih saat hujan. Dalam beberapa bulan terakhir, lokasi itu menjadi titik rawan kecelakaan.

“Motor sering terpeleset, terutama malam dan pagi hari. Lumpur dari truk-truk tanah itu parah sekali, berceceran di jalan. Ini membahayakan pengguna jalan,” ujar salah satu warga yang melintas hampir setiap hari di lokasi tersebut.

 

Surya Tikno: Anak Sekolah Hampir Keserempet, Bapaknya Juga Ditabrak Truk

Di Kecamatan Brangsong, ancaman keselamatan juga meningkat. Surya Tikno, warga setempat, mengaku keluarganya telah menjadi korban langsung keganasan truk tambang.

“Saya pernah melihat anak sekolah waktu mau berangkat sekolah hampir keserempet truk. Bapaknya juga pernah keserempet truk galian sampai jatuh. Truk-truk itu benar-benar meresahkan warga,” kata Surya.

Ia menambahkan, banyak truk melaju dengan kecepatan tinggi di jalan desa yang sempit, seolah tidak memperdulikan aktivitas warga.

 

Musdes Menolak Tambang, Tapi Izin Justru Terbit

Sebelumnya, warga Tunggulsari sepakat menolak keberadaan tambang melalui Musdesus. Namun secara mengejutkan, izin operasi tambang tetap keluar. Kondisi ini memicu kemarahan warga dan diduga sebagai bentuk ketidakberesan tata kelola perizinan di Kendal.

 

Tambang Ilegal Mengintai di Penjalin dan Boja

Dugaan tambang tak berizin atau tidak sesuai izin muncul di Penjalin, Brangsong. Di Ngabean, Boja, tambang nekat beroperasi meski izinnya mati dan baru ditutup setelah inspeksi gabungan.

 

Potensi Pajak Rp 10 Miliar, Realisasi Hanya Rp 1,1 Miliar

Meski puluhan tambang beroperasi setiap hari, pemasukan pajak sangat minim. Perbedaan mencolok antara potensi dan realisasi pajak semakin memperkuat kecurigaan adanya kebocoran dalam pengawasan sektor tambang.

 

Warga Mendesak Kendal Ditetapkan Sebagai Zona “Darurat Tambang

Melihat maraknya kecelakaan, jalan rusak, sedimentasi sungai, polusi debu, hingga truk-truk yang mengancam keselamatan, warga mendesak pemerintah segera menyatakan Kendal dalam status darurat tambang dan Pemerintah melakukan audit total terhadap seluruh izin dan aktivitas pertambangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!