Penemuan jasad hilang di Sungai Bodri

Bahaya Sungai Bodri: Jasad Petani yang Hilang di Patebon Berhasil Ditemukan

KENDAL, ISR – Dampak fatal bahaya Sungai Bodri kembali terbukti setelah jasad Kasdi (73), seorang petani yang hilang sejak Minggu, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (12/5/2026) pagi. Penemuan ini mengonfirmasi risiko tinggi aliran sungai tersebut bagi warga yang beraktivitas di sepanjang tanggul Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon.

​Kematian lansia tersebut menjadi duka mendalam sekaligus pengingat keras bagi masyarakat sekitar. Insiden bermula saat korban menggarap ladang di bantaran sungai pada akhir pekan lalu, namun tak kunjung pulang hingga waktu salat Zuhur tiba.

​”Salah satu anak korban mencoba mencari ke ladang dan menyusuri tanggul namun tidak ditemukan, yang ditemukan hanya bibit tanaman dan sabit korban di ladang,” ujar petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Kendal.

Hilangnya peralatan tani tersebut memperkuat dugaan bahwa korban terpeleset dan hanyut akibat arus sungai.

​Pencarian Korban di Titik Bahaya Sungai Bodri

​Menanggapi laporan kehilangan, tim SAR gabungan segera melakukan operasi penyisiran darat dan air secara intensif. Mengingat kerawanan arus air, tim menerjunkan perahu rafting Baznas serta kapal penyelamat dari BPBD dan Basarnas Semarang untuk menyisir hingga ke muara.

​Upaya tersebut membuahkan hasil pada hari ketiga pencarian pukul 09.45 WIB. Tim menemukan jasad korban tersangkut di lokasi pancang arus, berjarak sekitar 1 kilometer dari titik awal hilangnya korban.

​Langkah Mitigasi Risiko Aliran Sungai

​Petugas segera mengevakuasi jenazah ke RSUD untuk penanganan medis sebelum diserahkan ke pihak keluarga. Tragedi ini memicu urgensi edukasi keselamatan, terutama bagi lansia yang bekerja sendirian di area terbuka yang berbatasan langsung dengan air.

​”Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada lokasi pancang arus yang menjadi titik bahaya Sungai Bodri karena pusarannya,” jelas petugas.

BPBD Kendal mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di area tanggul yang licin dan curam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!