Salah satu buah dalam menu SPPG di Kendal yang diketahui merupakan produk impor asal China.
Salah satu buah dalam menu SPPG di Kendal yang diketahui merupakan produk impor asal China.

Buah Impor di Menu SPPG Kendal Disorot, Petani Lokal Diharapkan Dilibatkan

Kendal – SPPG Kendal menjadi sorotan setelah ditemukan penggunaan buah impor dalam menu makanan, salah satunya jeruk yang berasal dari luar negeri seperti Cina. Kondisi dalam SPPG Kendal ini dinilai belum berpihak pada petani lokal serta belum mampu mendorong penyerapan hasil pertanian masyarakat sekitar.

Pengamat sekaligus pengurus Tani Merdeka Kabupaten Kendal, Bonang, menyampaikan bahwa hal tersebut menimbulkan keresahan di kalangan petani Kendal. Menurutnya, program pemerintah seperti SPPG seharusnya menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

“Ini menjadi keresahan bagi petani-petani di Kendal. Seharusnya program ini bisa menyerap hasil pertanian lokal, bukan justru mengandalkan produk impor,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, potensi pertanian di Kendal cukup besar. Berbagai usaha masyarakat mulai berkembang, termasuk melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengembangkan pertanian hidroponik seperti melon dan komoditas lainnya.

Bonang menilai, jika saat ini petani lokal belum mampu menyediakan kebutuhan buah secara optimal, maka seharusnya pemerintah hadir memberikan edukasi dan arahan yang jelas. Hal itu penting agar petani dapat menanam komoditas yang sesuai dengan kebutuhan program.

“Kalau seperti ini terus, yang diuntungkan justru petani dari luar negeri. Pemerintah harus hadir memberikan pembinaan agar petani lokal bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pasar,” tegasnya.

Ia berharap ke depan program SPPG dapat berbenah dengan lebih memprioritaskan produk lokal serta membangun sinergi dengan petani di Kendal. Dengan demikian, perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat dan tidak keluar ke daerah maupun negara lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!