Pemuda IRMAS An Nur membagikan paket takjil kepada pengguna jalan di Perempatan Kwangen depan Balai Desa Tunggulsari pada bulan Ramadan.
Pemuda IRMAS An Nur membagikan paket takjil kepada pengguna jalan di Perempatan Kwangen depan Balai Desa Tunggulsari pada bulan Ramadan.

IRMAS An Nur Bagikan 5.000 Takjil di Perempatan Kwangen Tunggulsari

KENDAL, ISR – Remaja Masjid An Nur Desa Tunggulsari menggelar kegiatan berbagi takjil pada bulan Ramadan. Kegiatan berlangsung di Perempatan Kwangen, tepatnya di depan Balai Desa Tunggulsari.

Panitia membagikan sekitar lima ribu paket makanan berbuka kepada pengendara dan warga yang melintas. Para pemuda masjid berdiri di tepi jalan sambil membagikan paket takjil kepada masyarakat.

Kegiatan IRMAS An Nur bagi takjil ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak pengendara berhenti sejenak untuk menerima makanan berbuka puasa tersebut.

Selain itu, para anggota remaja masjid juga menyapa warga dengan ramah. Suasana kebersamaan terlihat jelas saat masyarakat menerima takjil menjelang waktu berbuka.

Salah satu warga, Samsul, merasa senang dengan kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini membantu masyarakat yang masih berada di jalan menjelang waktu berbuka.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur mendapatkan takjil. Para pemuda masjid peduli kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan,” ujar Samsul.

Program Sosial Ramadan

Sementara itu, Ketua IRMAS An Nur, Hufron, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan salah satu program kerja organisasi selama bulan Ramadan.

Menurutnya, para pemuda masjid ingin menghadirkan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, mereka mengadakan kegiatan IRMAS An Nur bagi takjil di jalan utama desa.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari program Ramadan. Kami ingin berbagi kepada sesama umat muslim,” kata Hufron.

Ia berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara pemuda masjid dan warga desa.

“Semoga takjil yang tidak seberapa ini membawa berkah bagi yang menerima,” tambahnya.

Melalui kegiatan sosial seperti ini, para pemuda berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah. Namun, masjid juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!