Tak Sekadar Mengajar! Guru MI di Kendal Diajari Kurikulum Berbasis Cinta
KENDAL, ISR – Puluhan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tergabung dalam rumpun Kaliwungu–Kasela–Brangsong (KalSelBra) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning serta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh KKM 0004 Kendal, Jawa Tengah, ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 21–22 Januari 2026, bertempat di MI NU 53 Turunrejo, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Bimtek menghadirkan pengawas madrasah sebagai narasumber utama. Materi difokuskan pada penguatan pemahaman guru terkait implementasi Kurikulum Merdeka yang mendalam, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik melalui pendekatan deep learning, sekaligus penguatan nilai-nilai karakter melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Salah satu peserta, M. Maemun Hilmi, S.Pd.I, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai bimtek ini sangat membantu guru dan dikemas dengan suasana yang menyenangkan.
“Acara ini sangat membantu guru dan terasa menyenangkan. Dengan Kurikulum Berbasis Cinta, kami menjadi lebih senang dan bersemangat untuk mentransfer ilmu sekaligus nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak,” ungkapnya.
Menurutnya, pendekatan KBC mampu memperkuat hubungan emosional antara guru dan peserta didik, sehingga proses pembelajaran tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai fasilitas, di antaranya materi pelatihan, sertifikat, konsumsi (mabes), serta coffee break. Materi yang disampaikan diharapkan dapat langsung diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di madrasah masing-masing.
Panitia menyampaikan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung program “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia”, sekaligus memperkuat sinergi dan kualitas pembelajaran guru MI di wilayah Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, dan Brangsong.
Dengan adanya bimtek ini, para guru MI diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga humanis dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.
