Monev Majelis Pendidikan Muhammadiyah Temukan Kurikulum Adab SD Muhammadiyah 1 Ketelan

SOLO, ISR – Monitoring dan evaluasi (monev) Majelis Pendidikan Muhammadiyah Kota Surakarta menemukan penguatan kurikulum adab di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Tim monev melaksanakan kegiatan tersebut di Aula Sekolah Sehat, Jalan Kartini Nomor 1 Ketelan Barat, Pura Mangkunegaran, Kamis (8/1/2026).

Tim monev yang dipimpin Ketua Tim Monev TK dan SD Kartono hadir bersama Fajar Kurniawan dan Abdul Hakam Faruq. Tim menilai keterlaksanaan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang diperkaya dengan kekhasan Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Sayekti, menyampaikan bahwa hasil monev menunjukkan keunggulan sekolah pada penerapan kurikulum adab dan pengelolaan sarana prasarana.

“Dari sepuluh komponen yang dinilai, tim monev menemukan hal-hal menonjol, terutama kurikulum adab dan sarana prasarana, termasuk kepemilikan izin NIB berbasis risiko jasa boga serta sertifikat halal,” ujarnya.

Sri Sayekti menegaskan bahwa sekolah terus meluruskan arah pengembangan menuju sekolah unggul dan berkemajuan. Pihak sekolah menyelaraskan visi, misi, dan tujuan dengan aktualisasi Kurikulum Muhammadiyah yang berorientasi pada adab dan karakter.

“Kami membangun budaya disiplin dengan memulai Morning Spiritual Gathering setiap pukul 06.45 sampai 06.55 WIB. Guru hadir lebih awal dan siap mengajar sebelum siswa datang,” katanya.

Sekolah yang berdiri sejak 1935 ini terus berupaya berubah dan menggerakkan seluruh warga sekolah. Manajemen sekolah mengimplementasikan delapan SNP yang diperkaya penguatan Al Islam dan Kemuhammadiyahan serta sistem penerimaan murid baru (SPMB) yang tertata.

Instrumen monev menilai standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Tim juga menilai pembinaan karakter Islami serta praktik keagamaan peserta didik.

Hasil pengisian instrumen menunjukkan mayoritas indikator memperoleh skor maksimal dengan kategori “ada” dan nilai 4. Capaian tersebut membuktikan bahwa sekolah menjalankan standar pendidikan secara konsisten dan terdokumentasi.

“Sekolah memiliki perencanaan pembelajaran yang tertata, proses belajar yang efektif, serta sistem pengelolaan yang berjalan sesuai ketentuan,” jelas Kartono.

Tim monev menilai kualifikasi dan kompetensi guru telah memenuhi standar dan didukung administrasi pembelajaran yang lengkap. Sekolah juga menyediakan sarana dan prasarana yang memadai serta lingkungan belajar yang ramah anak.

Penguatan Al Islam dan Kemuhammadiyahan terintegrasi dalam pembelajaran, pembiasaan ibadah, dan budaya sekolah. Tim monev menilai aspek tersebut sebagai nilai tambah yang memperkuat identitas SD Muhammadiyah 1 Ketelan.

“Penguatan kurikulum adab ini menjadikan SD Muhammadiyah 1 Ketelan sebagai sekolah Islam unggul dan berkemajuan,” pungkasnya.

Kontributor: Dwi Jatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!