SMA NU 05 Brangsong Gelar Rihlah Syawal, Ziarah Wali dan Penguatan Tradisi Aswaja
Kendal — SMA NU 05 Brangsong menggelar kegiatan Rihlah Syawal dengan agenda ziarah ke makam para ulama pada Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 458 siswa mulai dari kelas X hingga kelas XII, serta didampingi oleh bapak/ibu guru dan staf karyawan.
Adapun lokasi yang dikunjungi dalam ziarah tersebut meliputi Makam KH. Nasuha di Sumur, Makam Sunan Katong Kaliwungu, serta Makam Kiai Guru (KH. Asy’ari) di Kaliwungu. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan para ulama kepada para siswa.
Acara diawali dengan apel pemberangkatan yang dipandu oleh Mahbub Munjahidin, S.Pd. Dalam arahannya, para siswa dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga etika dan perilaku selama perjalanan maupun saat berada di makam, sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang diziarahi.
Koordinator kegiatan, Abdul Azis, menyampaikan bahwa Rihlah Syawal ini merupakan agenda rutin sekolah yang tidak hanya bernilai religius, tetapi juga edukatif. “Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat lebih mengenal sejarah para ulama serta meneladani perjuangan dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA NU 05 Brangsong, Ana Khoirul Umami, S.S., secara terpisah menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa berbasis nilai-nilai ke-NU-an. “Rihlah Syawal ini bukan sekadar perjalanan, tetapi juga sarana penguatan spiritual dan kecintaan terhadap tradisi ulama,” tuturnya.

Dalam rangkaian kegiatan ziarah, para peserta melaksanakan pembacaan tahlil, sholawat, dan doa yang dipimpin oleh Kyai Muhaimin Anwar dan Ustadz Mujahidin. Sebelum pembacaan tahlil, keduanya juga menyampaikan kisah dan sejarah singkat para ulama yang diziarahi, sehingga menambah wawasan keagamaan para siswa.
Usai rangkaian ziarah, para siswa diberi kesempatan untuk berwisata ringan di kawasan Jabal sebelum kembali ke sekolah. Momen ini dimanfaatkan siswa untuk beristirahat sekaligus mempererat kebersamaan.
Salah satu siswa, Rasya, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. Ia menyebut bahwa selain menyenangkan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman dan pengetahuan baru tentang sejarah para ulama.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin mencintai tradisi Aswaja, menghormati para ulama, serta mampu mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
