Sekretaris MWCNU Brangsong: KH Ubaidillah Sosok Nyufi dan Pembela Wong Cilik
Kendal — Sekretaris MWCNU Kecamatan Brangsong, Khoirul Umam, menyampaikan harapannya agar KH Ubaidillah Shodaqoh dapat menjadi Rois Syuriyah PBNU. Ia menilai KH Ubaidillah sosok nyufi dan pembela wong cilik yang selama ini dekat dengan masyarakat serta konsisten hadir dalam berbagai persoalan sosial.
Saat ini, KH Ubaidillah Shodaqoh menjabat sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah. Posisi tersebut menegaskan peran beliau sebagai ulama yang memiliki otoritas keilmuan sekaligus pengaruh dalam membimbing arah kebijakan keagamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Khoirul Umam menegaskan bahwa harapan tersebut lahir dari aspirasi warga Nahdliyin di tingkat bawah. Ia melihat dukungan berasal dari akar rumput, terutama dari masyarakat yang merasakan langsung kiprah KH Ubaidillah.
Menurut Khoirul Umam, KH Ubaidillah sosok nyufi dan pembela wong cilik tidak hanya tampak dari kesederhanaan hidupnya, tetapi juga dari tindakan nyata dalam kehidupan sosial. Ia menilai masyarakat membutuhkan pemimpin yang tidak hanya alim, tetapi juga peduli dan mau turun langsung membantu rakyat kecil.
Dekat dengan Warga Terdampak Rob Demak
Khoirul Umam menjelaskan bahwa KH Ubaidillah aktif mendampingi warga terdampak rob di wilayah Sayung, Demak. KH Ubaidillah turun langsung ke Desa Timbulsloko dan berinteraksi dengan warga yang menghadapi genangan air setiap hari.
Dalam kunjungan tersebut, KH Ubaidillah tidak hanya meninjau kondisi lapangan. Ia mengajak lembaga-lembaga NU untuk bergerak bersama membantu masyarakat serta mendorong program nyata seperti pendampingan sosial dan dukungan pendidikan bagi anak-anak.
KH Ubaidillah juga menyampaikan pesan tegas agar berbagai pihak segera menghadirkan solusi. Ia menilai warga membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji. Sikap ini menunjukkan keberpihakan kuat kepada masyarakat kecil yang menghadapi persoalan lingkungan secara langsung.
Dukung Aktivis Lingkungan
Selain terlibat dalam isu rob Demak, KH Ubaidillah juga menunjukkan kepedulian terhadap aktivis lingkungan. Ia mengajukan diri sebagai penjamin penangguhan penahanan dua aktivis yang berhadapan dengan proses hukum di Jawa Tengah.
KH Ubaidillah mengambil langkah tersebut karena ia melihat para aktivis memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memberi ruang dan dukungan bagi gerakan yang menjaga lingkungan.
Dengan menjadi penjamin, KH Ubaidillah memberikan jaminan bahwa para aktivis tetap kooperatif selama proses hukum berlangsung. Sikap ini menunjukkan komitmen dalam membela keadilan sekaligus menjaga ruang demokrasi.
Peran dalam Islah dan Persatuan NU
Khoirul Umam juga menyoroti peran KH Ubaidillah dalam menjaga persatuan organisasi. Saat NU menghadapi dinamika internal, KH Ubaidillah ikut terlibat dalam upaya islah untuk meredakan perbedaan.
Ia membangun komunikasi dan mempertemukan berbagai pihak sehingga suasana organisasi kembali kondusif. Pengalaman ini menjadi nilai penting bagi kepemimpinan di masa depan.
Menurut Khoirul Umam, organisasi sebesar NU membutuhkan sosok yang mampu merangkul semua pihak. KH Ubaidillah menunjukkan kemampuan tersebut melalui tindakan nyata.
Harapan Warga Nahdliyin
Khoirul Umam menegaskan bahwa harapan terhadap KH Ubaidillah terus menguat di kalangan warga. Ia melihat kombinasi antara kesederhanaan, kedalaman spiritual, dan keberpihakan sosial sebagai modal utama.
Ia juga menilai pengalaman dalam mendampingi masyarakat, membela aktivis lingkungan, serta menjaga persatuan organisasi menjadi bukti kapasitas kepemimpinan KH Ubaidillah.
Melalui harapan yang tumbuh dari akar rumput ini, warga Nahdliyin menginginkan hadirnya pemimpin yang dekat dengan umat dan mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.
