Saat Kota Berpesta Rayakan Tahun Baru, Desa Diam-Diam Menangis dan Berdoa

KENDAL, ISR – Di tengah hiruk-pikuk perayaan malam pergantian tahun yang dipenuhi konser musik dan pesta cahaya di perkotaan, suasana berbeda justru terasa di desa-desa. Ketika kota sibuk berpolemik soal hiburan dan imbauan kesederhanaan, warga desa memilih jalan sunyi: doa, manaqib, dan munajat bersama.

Pantauan di sejumlah wilayah pedesaan Kabupaten Kendal menunjukkan, malam tahun baru diisi dengan istighasah, pembacaan manaqib, tahlil, serta doa akhir tahun. Tanpa panggung megah, tanpa dentuman musik, tanpa kembang api, hanya tikar, mushaf, dan kebersamaan warga.

“Di sini tidak ada konser, tidak ada petasan. Kami berkumpul untuk berdoa, memohon keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru,” ujar Bonang, Ketua RW 03 Desa Tunggulsari, saat ditemui usai kegiatan doa bersama.

Menurutnya, tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari jati diri masyarakat desa. Bagi warga, malam pergantian tahun bukan soal perayaan, melainkan waktu untuk menundukkan diri dan melakukan muhasabah.

“Kalau sudah setahun kita jalani, pasti banyak salah dan khilaf. Malam tahun baru kami gunakan untuk introspeksi, bukan euforia. Biar desa tetap adem, rukun, dan dijauhkan dari musibah,” tambah Bonang.

Fenomena ini kontras dengan suasana di pusat kota yang masih dipenuhi perdebatan soal konser dan hiburan malam. Di media sosial, perbandingan itu pun ramai dibicarakan warganet.

“Di desa justru lebih tenang dan bermakna. Tidak ribut, tidak kontradiktif. Doa ya doa, bukan dibungkus konser,” tulis seorang pengguna media sosial yang unggahannya ramai dibagikan.

Sejumlah pengamat sosial menilai, praktik yang dilakukan masyarakat desa mencerminkan kearifan lokal yang mulai langka: kesadaran kolektif tanpa perlu instruksi atau imbauan formal. Nilai spiritual tumbuh dari bawah, bukan karena aturan, melainkan karena kesadaran bersama.

Di tengah hiruk-pikuk kota dan panggung hiburan yang gemerlap, desa-desa di Kendal justru memilih jalan sunyi. Sebuah pengingat bahwa makna tahun baru tak selalu dirayakan dengan sorak-sorai, melainkan dengan doa, ketenangan, dan harapan akan hari esok yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!