Menag Nasaruddin Umar Hadiri Puncak Harlah ke-15 JHQ Kendal
Kendal, ISR – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Jam’iyah Hafidzul Qur’an (JHQ) Kabupaten Kendal yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.500 hafidz dan hafidzah se-Kabupaten Kendal, sekaligus menjadi momentum pengukuhan pengurus JHQ yang baru.
Selain Menteri Agama beserta rombongan, acara ini turut dihadiri Kepala Bagian Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Syaiful Mujab, Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi, Ketua Syuriyah PCNU Kabupaten Kendal KH Masykur Amin, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kendal KH Muh Mustamsikin, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.
Dalam tausiyahnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengaku bersyukur dan terkesan atas antusiasme ribuan penghafal Al-Qur’an yang hadir.
“Semua tempat yang saya datangi, baru kali ini saya melihat lebih dari seribu hafidz dan hafidzah berkumpul. Ini hal yang luar biasa dan perlu kita jaga,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memelihara Al-Qur’an secara utuh, tidak hanya sebatas bacaan. Menurutnya, kata iqra’ dalam Al-Qur’an memiliki empat makna.
“Pertama, bacalah sekadar membaca. Kedua, bacalah dengan mengetahui maknanya. Ketiga, bacalah dengan mendalami batinnya. Keempat, bacalah dengan memahami hakikatnya,” jelas Menteri Agama.
Lebih lanjut, Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa Al-Qur’an memiliki dua makna utama, yakni sebagai kitabullah yang menjadi petunjuk bagi orang-orang bertakwa, serta sebagai kalamullah yang dapat dibaca oleh siapa saja.
“Kita yakini bahwa setiap titik dalam Al-Qur’an memiliki makna. Tingkatan tertinggi dalam memahami Al-Qur’an adalah ketika kita menyadari bahwa Al-Qur’an merupakan mikrokosmos,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an ditampilkan Allah SWT dalam alam semesta, di mana seluruh ciptaan di dunia ini bertasbih dan menunjukkan kebesaran-Nya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada para hafidz dan hafidzah. Ia berharap keberadaan mereka menjadi penyejuk dan sumber keberkahan bagi Kabupaten Kendal.
“Bagi saya, Al-Qur’an adalah mukjizat. Menyambut para pemelihara Al-Qur’an juga merupakan mukjizat besar. Kehadiran ribuan hafidz dan hafidzah ini insyaallah membawa keberkahan dan kesejukan bagi Kendal,” ungkapnya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kendal KH Muh Mustamsikin yang turut memberikan sambutan mengucapkan terima kasih atas kehadiran ribuan penghafal Al-Qur’an dalam acara tersebut.
“Kami memiliki harapan besar agar para penghafal dan pemelihara Al-Qur’an di Kabupaten Kendal semakin maju. Jam’iyah ini semoga terus semangat dan semakin berkembang,” pungkasnya.
