Komunitas Literasi Boja Ramaikan Riuh Raya Boja dengan Lapak Baca Gratis
Kendal, ISR – Komunitas literasi Boja ramaikan Riuh Raya Boja dengan lapak baca gratis yang menarik perhatian pengunjung pada Sabtu–Minggu (28–29/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Syawalan Desa Boja yang berlangsung di sepanjang Jalan Veteran Boja.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai komunitas menghadirkan program kreatif seperti jemuran puisi, musikalisasi puisi, serta pertunjukan musik hip-hop. Suasana ini membuat pengunjung tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga tertarik untuk membaca buku yang tersedia di lapak.
Sejumlah komunitas yang terlibat antara lain Komunitas Lereng Medini (KLM) Boja, Boja Baca, Teras Baca Boja, Pustaka Ajar, Wakul Pustaka, serta Age Kharisma sebagai pegiat sejarah Boja. Mereka berkolaborasi membuka ruang literasi yang ramah dan terbuka bagi semua kalangan.
Anton Rius dari Komunitas Boja Baca menyampaikan harapannya agar kegiatan ini terus berlangsung setiap tahun. Menurutnya, kehadiran komunitas literasi di tengah acara besar seperti ini mampu memperkenalkan budaya baca secara lebih luas kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini rutin hadir dalam Riuh Raya Boja. Tujuannya untuk mengenalkan literasi sekaligus memasyarakatkan budaya membaca. Kami juga menghadirkan musik hip-hop agar pengunjung merasa nyaman saat membaca,” ujarnya.
Founder Teras Baca Boja, Zakia Maharani, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap buku asli. Ia mengajak pengunjung untuk tidak membeli buku bajakan sebagai bentuk dukungan terhadap penulis dan penerbit.
Sementara itu, Koordinator Komunitas Lereng Medini Boja, Anis Hidayati, menyebut bahwa pihaknya terus berupaya menanamkan minat baca, terutama kepada anak-anak dan remaja. Ia memanfaatkan kegiatan publik seperti ini sebagai sarana edukasi yang efektif karena mampu menjangkau banyak orang.
Antusiasme pengunjung terlihat jelas sepanjang kegiatan. Banyak warga yang singgah, membaca buku, dan menikmati pertunjukan musik secara bersamaan. Salah satu pengunjung, Intan Tika Sari asal Singorojo, mengaku senang dengan konsep yang memadukan literasi dan hiburan.
Kegiatan ini tidak hanya menambah kemeriahan Riuh Raya Boja, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun budaya membaca di tengah masyarakat yang semakin dinamis. (Anish)
