Jalan atau Arena Uji Nyali? Warga Kendal Bertaruh Nyawa Setiap Hari

KENDAL, ISR – Di perbatasan Kendal–Semarang, pemerintah seolah sedang menguji daya tahan rakyatnya. Bukan dengan program, tapi dengan debu dan lumpur bekas galian.

Tak terhitung sudah derita yang rakyat alami. 

Saat kemarau, tanah beterbangan tak terkendali, menyusup ke paru-paru tanpa permisi.

Saat hujan, jalan menjelma arena “uji nyali”, becek, licin, dan siap menjatuhkan siapapun yang masih percaya bahwa pembangunan pasti terjadi.

Aneh memang. Di satu sisi baliho pembangunan berdiri gagah, di sisi lain rakyatnya bisa terpeleset kapan saja.

Mungkinkah ini konsep baru, pembangunan berbasis penderitaan?

Bupati tampaknya lebih sibuk memoles laporan daripada menengok kenyataan. Sebab kalau benar-benar turun ke lapangan, mustahil ia tidak paham.

Tanah di perbatasan bukan lagi jalan, tapi simbol kelalaian yang dibiarkan, lalu disajikan bersama truk-truk galian.

Warga hanya bisa berharap, semoga suatu hari yang dibangun bukan sekadar citra, tapi jalan yang benar-benar bisa dilewati tanpa mempertaruhkan nyawa. Entah oleh pemimpin saat ini ataupun selanjutnya.

(Keluh kesah warga Kendal yang setiap hari mencari nafkah di kota seberang) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!