Haul Akbar Poro Kyai dan Masyayikh Desa Blorok, Perkuat Tradisi dan Doa Bersama
Blorok, Brangsong – Masyarakat Desa Blorok menggelar kegiatan Haul Akbar Poro Kyai dan Masyayikh pada Kamis (26/3/2026) bertepatan dengan 6 Syawal 1447 H di Masjid Baiturrohim. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama, masyayikh, serta tokoh desa terdahulu yang telah berjasa dalam dakwah dan pembangunan masyarakat.
Acara dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari warga, tokoh agama, pemerintah desa, takmir Masjid Baiturrohim, hingga kalangan pemuda. Kehadiran mereka menunjukkan semangat kebersamaan serta penghormatan kepada para pendahulu.
Rangkaian kegiatan Haul Akbar dilaksanakan sejak pagi hingga sore hari. Pada pagi hari, kegiatan diisi dengan khotmil Al-Qur’an yang dibaca oleh para hafidz dan hafidzah Desa Blorok, menghadirkan suasana khusyuk dan penuh keberkahan.
Puncak acara berlangsung pada sore hari dengan susunan acara yang tertib dan penuh hikmat. Acara diawali dengan pembukaan oleh Ustadz Anwar, kemudian dilanjutkan khotmil Al-Qur’an oleh Ustadz Fariz. Selanjutnya sambutan panitia disampaikan oleh Kyai Muhamad Ahmad selaku Ketua PR NU Desa Blorok.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan haul ini merupakan bagian dari tradisi Nahdlatul Ulama yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diamalkan oleh generasi penerus. Haul tidak hanya menjadi ajang mengenang para ulama yang telah wafat, tetapi juga sebagai sarana mendoakan, meneladani perjuangan, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Abdul Hakim dan ditutup dengan doa oleh Kyai Siyam, memohon keberkahan serta ampunan bagi para masyayikh yang telah wafat.
Sementara itu, panitia pelaksana Kyai M. Jauhari menyampaikan bahwa kegiatan haul tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga sebagai upaya menjaga tradisi keagamaan dan meneladani perjuangan para kyai dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun para tokoh yang dihauli meliputi para kyai, masyayikh, serta tokoh desa terdahulu, di antaranya Mbah Misbah, Kyai Sis, Kyai Abdul Manan, Kyai Sudiman, Kyai Kasir, Kyai Sabit, Kyai Abdul Muchit, Kyai Somak, Kyai Daman, Kyai Safuan, Kyai Miftah, Kyai Basari, Kyai Sanusi, Kyai Subari, Kyai Thohir, KH Asmui, Mbah Sanupe, Mbah Mukri, Mbah Zaenuri, Kyai Abdurrohim Sembung, KH Asmu’i Pujirejo, Kyai Sanuri Wonosari, KH Nurhasan Wonosari, Kyai Kasdin Wonosari, Kyai Sarbun Wonosari, Kyai Sali Wonosari, Nyai Satirah Wonosari, serta Kyai Achmad Wonosari.
Selain itu, turut dikenang pula para tokoh pemerintahan desa terdahulu seperti Bapak Suto Leksono, Bapak H. Kasimun, Bapak H. Subari, Bapak Sunadi, Bapak Ky Suharso, Bapak Saroji, Bapak Cahyo, Bapak Amir, dan Bapak Syakur.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai perjuangan, keteladanan, serta semangat keagamaan para ulama dan tokoh terdahulu dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.
