Risiko Gagal Tanam Mengintai Petani Kendal

Banjir Ganggu Irigasi, Risiko Gagal Tanam Mengintai Petani Kendal

Kendal, ISR – Banjir yang melanda Kabupaten Kendal tak hanya merendam permukiman, tetapi juga meninggalkan dampak serius bagi sektor pertanian. Saluran irigasi dan drainase persawahan rusak parah, sementara tumpukan sampah yang terbawa arus banjir menyumbat aliran air menuju sawah-sawah warga.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kendal, Tardi, menyebut wilayah paling terdampak berada di utara Jalan Raya Kendal. Dampaknya membentang luas, mulai dari Kecamatan Kaliwungu hingga Rowosari.

“Genangan air berlangsung hampir satu minggu. Saluran irigasi dan drainase semuanya terdampak,” kata Tardi.

Ia menjelaskan, sampah yang menyumbat saluran sebagian besar berasal dari kawasan permukiman yang hanyut saat banjir. Material tersebut kemudian bermuara di saluran irigasi, sehingga air sulit mengalir dan genangan tak kunjung surut meski hujan telah reda.

“Air sudah berhenti turun, tapi genangan masih bertahan karena sampah masuk ke irigasi dan sawah,” ujarnya.

Tak hanya itu, banjir juga merusak pematang sawah. Banyak tanggul yang jebol, sehingga meningkatkan risiko banjir susulan jika hujan kembali turun.

Dampak terhadap tanaman padi pun beragam. Sebagian petani mengalami kerusakan total, sementara lainnya kehilangan sekitar 50 persen hasil tanam. Kondisi ini memaksa petani menunda musim tanam berikutnya.

“Perbaikan saluran irigasi harus jadi langkah awal sebelum tanam kembali. Ada lahan yang terpaksa ditanam ulang setelah saluran diperbaiki,” jelas Tardi.

Ia menegaskan, pembersihan sampah serta normalisasi drainase perlu menjadi prioritas utama. Upaya ini dinilai krusial untuk mempercepat pemulihan pertanian sekaligus mencegah ancaman gagal tanam di musim berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!