Banjir Bandang Guci Bukan Sekadar Hujan: Lereng Slamet Mulai Membalas

TEGAL, ISR – Banjir bandang yang menerjang kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, pada 20 Desember 2025, bukan sekadar bencana alam biasa. Di balik derasnya lumpur, batu besar, dan gelondongan kayu yang menyapu permukiman serta fasilitas wisata, tersimpan persoalan lama: kerusakan ekologis di lereng Gunung Slamet.

Investigasi visual yang beredar luas menunjukkan bagaimana alih fungsi lahan di wilayah hulu diduga kuat mempercepat datangnya petaka. Kawasan yang semestinya menjadi hutan lindung penyerap air perlahan berubah menjadi ladang pertanian intensif dan aktivitas tambang yang disebut-sebut sebagai “tambang hijau”.

Ketika curah hujan ekstrem mengguyur wilayah Slamet, tanah yang telah kehilangan daya ikat akar pepohonan tak lagi mampu menahan air. Akibatnya, tanah gembur, lumpur, dan batu besar meluncur mengikuti alur sungai, bertemu di pertemuan sungai dengan volume air yang naik drastis, lalu menghantam kawasan hilir.

Dampaknya nyata. Infrastruktur rusak, jembatan dan pipa panas bumi terdampak, serta kolam wisata Guci tertutup total oleh lumpur dan bebatuan. Pancuran 13, ikon wisata Guci, ikut berada di zona terdampak paling parah.

Ironisnya, di saat publik dihebohkan dengan foto-foto “hijau” lereng Gunung Slamet yang diklaim telah pulih sejak 2018, realitas di lapangan berkata lain. Hijau di foto tak selalu berarti kuat di akar. Vegetasi semu tanpa fungsi ekologis justru menjadi jebakan ketika alam mulai menagih keseimbangannya.

Sejumlah pegiat lingkungan menilai, bencana di Guci adalah alarm keras. Bukan hanya tentang hujan, tetapi tentang tata kelola ruang, pembiaran alih fungsi lahan, dan lemahnya pengawasan di kawasan hulu.

“Kalau hulu rusak, hilir tinggal menunggu waktu,” ujar seorang aktivis lingkungan setempat.

Kini, Guci bukan hanya membersihkan lumpur, tetapi juga menanggung pertanyaan besar: sampai kapan alam terus diminta mengalah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!