Dampak Tambang Galian C Kendal: Jalan Rusak dan Keresahan Warga
KENDAL, ISR – Masyarakat Kendal kini mulai menyuarakan keresahan mendalam terkait dampak tambang galian C di wilayah mereka. Aktivitas pengangkutan material tambang yang masif menyebabkan kerusakan jalan yang kian parah setiap harinya.
​Masyarakat mengeluhkan kondisi jalan umum yang kotor akibat ceceran tanah dari truk-truk pengangkut. Selain mengganggu kenyamanan, tumpahan material ini juga membahayakan keselamatan para pengguna jalan raya.
​Pelanggaran Jam Operasional dan Ketertiban Umum
​Pemerintah sebenarnya telah memberikan izin tambang galian C secara resmi kepada para pengusaha. Namun, legalitas tersebut tidak menjamin kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan operasional yang telah ditetapkan.
​Banyak armada pengangkut beroperasi melampaui batas waktu yang seharusnya. Sopir truk juga sering memarkir kendaraan secara sembarangan hingga menghambat arus lalu lintas di kawasan tersebut.
​Kondisi ini memicu protes warga yang merasa haknya atas fasilitas umum telah terabaikan. Mereka mendesak agar pengusaha segera melakukan pembersihan material di jalan demi menjamin kenyamanan bersama.
​Urgensi Pengawasan Pemerintah di Kendal
​Pihak berwenang harus segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan kegiatan tambang ilegal maupun legal yang bermasalah. Pengawasan pemerintah sangat penting untuk memastikan operasional tambang tidak merusak infrastruktur publik.
​Perbaikan jalan rusak akibat armada tonase berat menjadi tanggung jawab yang harus segera dituntaskan pelaku usaha. Pemerintah perlu memantau ketat setiap proyek pengurugan tanah agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku.
​Upaya kolaboratif antara pemerintah dan pihak swasta diharapkan mampu meredam dampak tambang galian C Kendal secara efektif. Penegakan aturan yang konsisten akan memulihkan kenyamanan masyarakat serta menjaga kualitas infrastruktur di Kabupaten Kendal.
