"Drama kolosal 'OPINI' dari Sanggar Nyi Pandansari Boja saat tampil di RTH Boja."
"Drama kolosal 'OPINI' dari Sanggar Nyi Pandansari Boja saat tampil di RTH Boja."

Sentil Penguasa, Sanggar Nyi Pandansari Gelar Drama Kolosal ‘OPINI’ di Boja

Kendal, ISR — Ruang Terbuka Hijau (RTH) Boja mendadak riuh pada Sabtu malam (30/5/2026). Ratusan warga dari Singorojo, Boja, dan Limbangan (Siboli) memadati lokasi. Mereka terpaku melihat aksi panggung yang memukau. Sentil Penguasa, Sanggar Nyi Pandansari Gelar Drama Kolosal ‘OPINI’ di Boja sukses memadukan tari kontemporer dan kritik sosial.

​Oleh karena itu, langkah berani ini memikat perhatian banyak orang. Lewat aksi Sentil Penguasa, Sanggar Nyi Pandansari Gelar Drama Kolosal ‘OPINI’ di Boja, sanggar ini menyuarakan kebuntuan aspirasi rakyat. Selain itu, seniman memakai hentakan musik dan liukan tubuh untuk menggambarkan rasa sakit saat terbungkam.

​Menolak Diam, Memilih Menari

​Suasana malam semakin bergetar saat aktor Siroj Lintang Wicaksono maju ke tengah panggung. Kemudian, ia melantunkan narasi puitis dengan suara lantang.

​”Bahwa penguasa terkadang lupa, bahwa penguasa itu adalah melayani, bukan menguasai,” ucap Siroj.

​Seketika itu juga, penonton langsung menyambutnya dengan tepuk tangan riuh. Para penari pendukung lalu masuk secara bergantian. Mereka mempertegas jeritan rakyat kecil lewat gerakan teatrikal yang penuh energi. Alhasil, pesan pementasan terasa lebih mendalam dan menyentuh hati penonton.

​Seni Menjadi Corong Aspirasi Rakyat

​Ketua Komunitas Sanggar Nyi Pandansari Boja, Septa Adya Anoraga, angkat bicara seusai acara. Ternyata, karya ini lahir dari sulitnya warga melayangkan kritik langsung kepada pejabat publik.

​”Pertunjukan ini merupakan simbol keterbatasan kita dalam menyampaikan pesan kepada pemangku kepentingan. Oleh sebab itu, kami berharap media seni budaya bisa menjadi tempat leluasa untuk menyampaikan opini,” ujar Septa.

​Pada akhirnya, pagelaran malam itu membuktikan satu hal penting. Seni bukan sekadar hiburan visual yang estetik. Namun, kreativitas seni juga bisa menjadi wadah perjuangan yang damai dan efektif bagi masyarakat luas. (Anish)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!