Ilustrasi spiritual yang menggambarkan momen sakral Nabi Isa AS, Sang Ruhullah yang Diangkat ke Langit, disaksikan para pengikutnya di bumi.
Ilustrasi spiritual yang menggambarkan momen sakral Nabi Isa AS, Sang Ruhullah yang Diangkat ke Langit, disaksikan para pengikutnya di bumi.

Yesus dalam Perspektif Islam: Sang Ruhullah yang Diangkat ke Langit

ISR – Yesus dalam perspektif Islam menempati posisi yang sangat istimewa di hati setiap Muslim. Umat Islam mengenal beliau sebagai Nabi Isa AS, seorang utusan besar yang membawa pesan kedamaian. Allah SWT memuliakan beliau sebagai Sang Ruhullah yang diangkat ke langit. Hal ini menjadi penegas identitas beliau sebagai hamba pilihan, bukan sebagai sosok Tuhan.

​Memahami Yesus dalam perspektif Islam berarti menyelami tauhid yang sangat murni. Melalui kekuasaan-Nya, Allah menghadirkan Isa ke dunia lewat perantara bunda Maryam yang suci tanpa kehadiran seorang ayah. Sebagai Sang Ruhullah yang diangkat ke langit, beliau selamat dari upaya keji penyaliban. Allah menjaga kekasih-Nya tersebut dan menjanjikan kepulangannya untuk meluruskan sejarah di masa depan.

​Mengapa Sosok Nabi Isa Begitu Berarti?

​1. Makna Indah Gelar Ruhullah

​Al-Qur’an menyematkan gelar Ruhullah (Ruh dari Allah) dan Kalimatullah (Kalimat Allah) kepada Nabi Isa AS. Kata-kata ini menggambarkan mukjizat penciptaan beliau yang luar biasa. Allah hanya perlu berfirman “Kun” (Jadilah), maka Isa tercipta seketika di rahim Maryam. Oleh karena itu, gelar ini adalah simbol keajaiban, bukan berarti beliau memiliki zat yang sama dengan Sang Pencipta.

​2. Utusan, Bukan Tuhan

​Selanjutnya, Islam memberikan batasan yang sangat jelas mengenai jati diri Nabi Isa. Meskipun beliau mampu menghidupkan orang mati atau menyembuhkan penyakit kusta, semua itu terjadi murni karena izin Allah. Islam memandang Isa sebagai manusia (basyar) yang sangat mulia. Jadi, penghormatan kepada beliau tidak boleh berubah menjadi penyembahan yang melampaui batas.

​3. Penyelamatan yang Ajaib

​Selain itu, ada perbedaan besar mengenai akhir perjalanan duniawi Nabi Isa. Berdasarkan petunjuk Al-Qur’an, Isa tidak pernah menyentuh tiang salib. Pada saat-saat kritis, Allah mengubah wajah orang lain agar serupa dengan beliau untuk mengelabui musuh. Sementara itu, Allah mengangkat Isa secara utuh, baik jiwa maupun raga, menuju tempat yang tinggi di sisi-Nya.

​4. Harapan di Akhir Zaman

​Terakhir, kehadiran Nabi Isa belum benar-benar selesai. Umat Islam sangat menantikan kepulangan beliau menjelang hari kiamat nanti. Kabarnya, beliau akan turun di Damaskus untuk mengalahkan fitnah Dajjal. Setelah itu, beliau akan memimpin dunia dengan penuh keadilan sebelum akhirnya berpulang sebagai manusia biasa seperti kita semua.

​Kesimpulan

​Pada akhirnya, sosok Nabi Isa AS adalah jembatan yang menghubungkan rasa hormat di antara umat beragama. Meskipun teologi kita berbeda, mengimani beliau adalah syarat mutlak dalam Islam. Dengan memahami bahwa beliau adalah Sang Ruhullah yang diangkat ke langit, kita bisa lebih menghargai betapa luasnya kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang setia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!