Takbir Keliling Desa Tunggulsari Berlangsung Meriah dan Tertib
Warga Desa Tunggulsari menggelar takbir keliling untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh semangat kebersamaan. Mereka memulai kegiatan dari lapangan sepak bola dan melanjutkan perjalanan hingga balai desa. Berbagai musholla, masjid, serta kelompok pemuda ikut meramaikan suasana malam takbiran dengan lantunan takbir yang menggema di sepanjang jalan desa.
Kepala Desa Tunggulsari, Abdul Khamid, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. Ia mengajak seluruh peserta menjaga ketertiban, sehingga kegiatan berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute.

Ketua Karang Taruna Desa Tunggulsari, Ghufron, mendorong generasi muda untuk terus aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama antaranggota agar kegiatan berlangsung aman dan tertib. Menurutnya, peran pemuda sangat menentukan keberhasilan acara seperti ini.
Samsul, peserta dari Masjid Baitussyakirin, Samsul, menyampaikan rasa senangnya saat mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasakan kebersamaan yang kuat serta semangat religius yang terus terjaga dari tahun ke tahun. Baginya, momen ini tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Panitia menyusun rute perjalanan dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan peserta. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali. Sepanjang perjalanan, warga turut menyambut rombongan dengan antusias, bahkan banyak yang ikut berjalan bersama sambil mengumandangkan takbir.
Selain sebagai tradisi tahunan, kegiatan ini juga menjadi media edukasi bagi generasi muda agar mencintai nilai-nilai keagamaan dan sosial. Anak-anak hingga orang dewasa ikut terlibat, sehingga tercipta suasana yang inklusif dan penuh kegembiraan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap tradisi takbiran tetap lestari dan mampu memperkuat persatuan warga. Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan terus hidup dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat perayaan Idul Fitri.
