UNIMUS dan MUI Kecamatan Tembalang Perkuat Sinergi Keumatan dan Kebangsaan
Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tembalang memperkuat sinergi UNIMUS dan MUI Kecamatan Tembalang melalui pertemuan silaturahmi pada Jumat (10/02/2026) pukul 10.00 WIB. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Eksekutif Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 UNIMUS.
Melalui kegiatan tersebut, sinergi UNIMUS dan MUI Kecamatan Tembalang semakin menguat dalam menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan. Selain itu, kerja sama UNIMUS dan MUI Tembalang diarahkan pada penguatan peran mahasiswa, pembinaan masjid, dan pengabdian masyarakat.
Dorongan Penguatan Peran Mahasiswa dan Masjid
Dalam pertemuan tersebut, Ketua MUI Kecamatan Tembalang, Dr. H. Agus Siswanto, M.M., menyampaikan sejumlah isu sosial-keagamaan. Secara khusus, ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memakmurkan masjid.
“Masjid di Tembalang sudah representatif secara fisik. Namun demikian, partisipasi jamaah mahasiswa masih perlu kita dorong,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia berharap UNIMUS dapat mendorong mahasiswa agar lebih aktif dalam kegiatan masjid. Dengan demikian, masjid dapat berfungsi sebagai pusat ibadah, edukasi, dan sosial kemasyarakatan.
Pentingnya Tertib Administrasi Pernikahan
Selain membahas peran mahasiswa, Dr. Agus Siswanto juga menyoroti persoalan administrasi pernikahan. Menurutnya, pencatatan pernikahan masih perlu diperkuat di masyarakat.
“Masih ada pernikahan yang belum tercatat secara optimal. Akibatnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah sosial dan hukum,” jelasnya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kesadaran tertib administrasi.
Peran Strategis Perguruan Tinggi dan Ulama
Menanggapi hal tersebut, Rektor UNIMUS, Prof. Masrukhi, M.Pd., menegaskan peran penting perguruan tinggi. Pada dasarnya, perguruan tinggi berkontribusi dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan.
“Ilmu agama dan ilmu umum sama-sama berasal dari Allah. Dengan kata lain, perbedaannya hanya pada jalannya,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ulama dan cendekiawan memiliki peran saling melengkapi. Karena itu, keduanya bertugas mengembangkan ilmu demi kemaslahatan umat.
Islam Substantif dan Harmoni Sosial
Selanjutnya, Prof. Masrukhi menekankan pentingnya pemahaman Islam secara mendalam. Jika dipahami dengan baik, ajaran Islam akan melahirkan sikap toleran dan penuh kasih sayang.
“Islam yang dipahami secara substantif akan melahirkan persaudaraan, bukan sebaliknya, perpecahan,” tegasnya.
Di sisi lain, ia memandang MUI sebagai mitra strategis perguruan tinggi dan pemerintah dalam menjaga harmoni sosial.
Tanggung Jawab Keumatan dan Kebangsaan
Dalam konteks kebangsaan, Prof. Masrukhi menegaskan tanggung jawab bersama antara perguruan tinggi dan MUI. Oleh sebab itu, kedua institusi berperan membentuk masyarakat yang cerdas dan berkarakter.
“Kita memiliki fungsi keagamaan dan kebangsaan. Pada akhirnya, tujuan kita membentuk masyarakat yang smart and good citizenship,” ujarnya.
Komitmen Kolaborasi Berkelanjutan
Sebagai penutup, melalui pertemuan ini, UNIMUS dan MUI Kecamatan Tembalang sepakat memperkuat kolaborasi. Ke depan, kerja sama ini mencakup penguatan peran mahasiswa, pembinaan masjid, dan pengabdian masyarakat.
Dengan demikian, kedua pihak berkomitmen membangun masyarakat yang religius, inklusif, dan berkemajuan.
