Hoaks Pengadaan Kementerian Kesehatan, Kemenkes Imbau Penyedia Waspada
ISR – Hoaks pengadaan Kementerian Kesehatan kembali beredar dan menimbulkan keresahan di kalangan calon penyedia jasa. Informasi palsu tersebut menampilkan tangkapan layar paket non-tender yang diklaim sebagai bagian dari pengadaan Kementerian Kesehatan. Faktanya, paket yang beredar luas itu bukan merupakan paket resmi milik Kementerian Kesehatan.
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa hoaks pengadaan Kementerian Kesehatan berpotensi merugikan calon penyedia jasa. Oleh karena itu, Kemenkes mengimbau seluruh pelaku usaha untuk tidak menindaklanjuti informasi pengadaan yang bersumber dari luar kanal resmi. Pihak tidak bertanggung jawab sering memanfaatkan informasi palsu ini untuk melakukan penipuan.
Kemenkes meminta calon penyedia jasa agar selalu memverifikasi setiap informasi pengadaan sebelum mengambil langkah apa pun. Calon penyedia perlu memastikan bahwa seluruh paket tender maupun non-tender hanya berasal dari sistem resmi pemerintah. Sikap waspada ini penting untuk mencegah kerugian finansial dan penyalahgunaan data.
Untuk memastikan kebenaran informasi, Kementerian Kesehatan mengarahkan masyarakat dan pelaku usaha agar hanya mengakses Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kemenkes. Selain itu, calon penyedia juga dapat menghubungi Helpdesk LPSE Kemenkes melalui kanal resmi jika menemukan informasi yang meragukan.
Kemenkes terus mengajak masyarakat untuk aktif melawan penyebaran hoaks, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di sektor kesehatan. Dengan meningkatkan literasi informasi, masyarakat dapat membantu menjaga transparansi dan akuntabilitas proses pengadaan.
Melalui imbauan ini, Kementerian Kesehatan berharap seluruh calon penyedia jasa lebih cermat, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengutamakan sumber resmi. Langkah tersebut akan melindungi pelaku usaha dari potensi penipuan sekaligus mendukung sistem pengadaan yang aman dan terpercaya.
