Pemuda Muhammadiyah Kendal diskusi dengan Wakil Bupati Kendal

Pemuda Muhammadiyah Kendal Gelar Refleksi Akhir Tahun, Bahas Isu Ekonomi Hijau

Kendal, ISR – Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kendal menggelar kegiatan refleksi akhir tahun dengan mengangkat isu ekonomi hijau, Selasa (23/12/2025) malam. Acara tersebut berlangsung di Watersix Kendal dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal, tokoh masyarakat, Forkopimda, serta para aktivis lingkungan.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kendal, Abdul Malik, menyampaikan bahwa pada periode kepengurusan saat ini, Pemuda Muhammadiyah memiliki tiga fokus utama.

“Pemuda Muhammadiyah pada periode ini memiliki tiga fokus utama, yakni perkaderan, ekonomi, dan lingkungan. Pada malam ini kami sedang menginternalisasi fokus keberpihakan kami terhadap isu ekonomi dan lingkungan, khususnya ekonomi hijau,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kendal, Ikhsan Intizam, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah hadir dan berdialog bersama kader Pemuda Muhammadiyah.

“Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Wakil Bupati yang telah meluangkan waktu untuk berdiskusi bersama Pemuda Muhammadiyah Kendal terkait isu yang belakangan ramai diperbincangkan, yakni ekonomi hijau. Saya juga bangga kepada para kader yang meluangkan waktu untuk memikirkan nasib bangsa, khususnya Kabupaten Kendal,” ungkapnya.

Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, mengaku bangga dan mengapresiasi forum diskusi yang digelar oleh Pemuda Muhammadiyah Kendal.

“Saya sangat bangga dan bahagia atas undangan dari teman-teman Pemuda Muhammadiyah. Dalam pemerintahan Kabupaten Kendal, Pemuda Muhammadiyah dikenal sebagai kelompok pemuda yang kritis. Harapan saya, melalui forum ini, kita bisa urun rembuk bersama demi kemajuan Kendal,” tuturnya.

Ia juga memaparkan kondisi ekonomi Kabupaten Kendal yang menunjukkan pertumbuhan positif, namun masih dihadapkan pada persoalan kemiskinan.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal saat ini sudah berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional, yakni sekitar 8 persen, sementara rata-rata nasional di angka 6 persen. Ini patut kita syukuri. Namun ada anomali, pertumbuhan ekonomi yang baik tersebut belum sepenuhnya berdampak pada penurunan angka kemiskinan yang justru masih tinggi dan cenderung meningkat,” jelasnya.

Kegiatan refleksi akhir tahun ini mendapat respons antusias dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, unsur Forkopimda, hingga pegiat lingkungan. Diharapkan, berbagai masukan dan gagasan yang muncul dalam forum tersebut dapat diakomodasi oleh para pemangku kebijakan Pemerintah Kabupaten Kendal dalam perumusan kebijakan ke depan.

Oleh: Naufal Abdul Afif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!