PWM Jateng Sentil Galian C ? Alam Rusak, Bencana Datang Tanpa Peringatan

Pekalongan, ISR – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. H. Tafsir, M.Ag., menegaskan kewajiban manusia menjaga keseimbangan alam sebagai mandat ketuhanan. Ia menyampaikan pesan tersebut dalam Kajian Ahad Pagi di Musholla Baiturrohmah, Pekajangan, Pekalongan, Minggu (4/1).

Tafsir menjelaskan bahwa manusia dapat menanam pohon sebagai amal sederhana yang bernilai sedekah jariyah. Manfaat tanaman bagi manusia dan makhluk hidup lain terus mengalirkan pahala hingga hari kiamat.

Ia mengingatkan ketergantungan manusia dan alam pada air serta oksigen. Karena itu, Tafsir menilai kebiasaan menebang pohon tanpa menanam kembali, termasuk eksploitasi alam melalui galian C yang tidak terkendali, mempercepat kerusakan lingkungan.

“Allah mengatur alam dengan perhitungan presisi. Jika manusia merusak keseimbangan, alam akan merespons melalui bencana,” tegas Tafsir.

Menurutnya, manusia memicu banjir, longsor, dan krisis lingkungan melalui tindakan yang merusak alam. Ia menegaskan alam bersikap jujur, memberi kehidupan ketika manusia merawatnya, namun menghadirkan bencana saat manusia mengeksploitasinya.

“Ketika manusia gagal menjaga amanah, Allah menegur melalui fenomena alam. Karena itu, rawatlah alam, jangan mengurasnya,” pungkas Tafsir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!