Puting Beliung Terjang Rowosari Kendal, Empat Desa Porak-Poranda, Kerugian Capai 210 Juta

Kendal, ISR – Bencana angin puting beliung disertai hujan lebat menerjang Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Sabtu (10/1/2026) sore. Empat desa dilaporkan terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut, dengan total kerugian material ditaksir mencapai ± Rp. 210 juta.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.45 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Angin kencang datang secara tiba-tiba, membuat warga panik dan menyebabkan sejumlah bangunan rusak, terutama pada bagian atap rumah dan tempat usaha. Bahkan, di salah satu desa, pohon besar tumbang akibat terpaan angin.

Desa terdampak meliputi Desa Gebanganom, Desa Tanjunganom, Desa Bulak, dan Desa Sendangsikucing.

Salah satu warga, Mawahib, menuturkan angin berembus sangat kuat dalam waktu singkat.

“Anginnya datang mendadak, atap rumah langsung beterbangan. Warga panik dan listrik sempat padam,” ujarnya.

Rincian Kerusakan dan Kerugian

1. Desa Gebanganom

Sebanyak lima rumah warga mengalami kerusakan atap, yakni milik Sukir, Muhammad, Jumadi Abas, Kamsari, dan Subkhan.

Total kerugian ditaksir Rp. 60 juta.

2. Desa Tanjunganom

Tempat usaha pembuatan batako milik Mahyudin mengalami kerusakan berat, dengan estimasi kerugian ± Rp. 100 juta.

Teras 4 unit ruko milik BUMDes Tanjunganom rusak, dengan kerugian sekitar Rp. 6 juta.

3. Desa Bulak

Enam warga terdampak dengan kerusakan rumah dan gudang, di antaranya:

Gudang baja ringan milik Yamroni rusak (Rp. 21 juta)

Atap rumah warga lainnya rusak dengan total kerugian sekitar Rp. 23 juta

4. Desa Sendangsikucing

Dilaporkan terjadi pohon tumbang, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Tidak Ada Korban Jiwa

Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa. Aparat desa bersama pihak terkait masih melakukan pendataan lanjutan serta koordinasi untuk penanganan pascabencana.

Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Perangkat Desa, Zaenal Abidin, dengan sejumlah saksi dari kepala desa dan perangkat desa terdampak.

Warga Diminta Tetap Waspada

Pihak desa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat angin kencang dan hujan lebat masih berpeluang terjadi di wilayah Kendal dan sekitarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dan penanganan darurat masih terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan pascabencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!