Dari Mimbar ke Digital: XL Axiata Latih Santri Nurul Hikmah Teknologi AI
Penulis: Fairuz Ziyad
Demak, ISR – Program “Santri Berdaya Dengan AI (Artificial Intelligence)” di Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Demak, menjadi bukti bahwa santri kini tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga siap menjadi pelopor inovasi digital. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif XLSMART dari XL Axiata, yang memilih Nurul Hikmah sebagai perwakilan wilayah Demak dalam proyek pengembangan AI berbasis pesantren.
Perwakilan XL Axiata melalui XL Smart menyampaikan harapan agar perkembangan AI di Kabupaten Demak dapat bermula dari Pondok Pesantren Nurul Hikmah. “Semoga perkembangan AI di Demak ini dimulai dari pesantren, dan santri mampu beradaptasi dengan teknologi untuk menjawab tantangan zaman,” ujarnya. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi digital di lingkungan pesantren.
Pengasuh pondok, KH. Moch Ismail Fahmi Musyaffa’, menegaskan bahwa santri harus responsif terhadap perkembangan zaman. “Santri bukan hanya memelihara tradisi, tapi juga harus mengikuti perkembangan dan mampu menciptakan teknologi,” tegasnya. Nilai ketelitian dalam belajar kitab kuning kini diterapkan melalui algoritma dan bahasa pemrograman.
Dalam materi, disampaikan bahwa AI bekerja sesuai instruksi — semakin jelas perintahnya, semakin optimal hasilnya. Prinsip ini selaras dengan disiplin berpikir logis yang telah lama menjadi tradisi pesantren.
XL Axiata melihat potensi besar santri sebagai penggerak dakwah digital. “Dulu dakwah dari mimbar, sekarang melalui media online. Internet menjadi pengeras suara baru,” disampaikan dalam sesi materi. Dengan AI, santri dapat membuat konten dakwah yang kreatif, luas jangkauannya, dan tetap menjaga nilai Islam yang moderat.
Sebagai satu-satunya wakil Demak dalam pilot project bersama lima pesantren lainnya, Pondok Nurul Hikmah memikul harapan besar menjadi pusat inovasi digital pesantren. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang melek teknologi, produktif, dan siap bersaing.
Dengan dukungan XL Axiata dan semangat pesantren, santri masa kini bergerak dari kitab ke kode, dari mimbar ke layar — menghubungkan warisan tradisi dengan kecerdasan buatan untuk masa depan Indonesia yang lebih maju.
