BOS Madrasah Belum Bisa Dicairkan, ERKAM Terkendala Server
BOS Madrasah belum bisa dicairkan menjelang Lebaran karena aplikasi ERKAM mengalami kendala teknis. Operator madrasah tidak dapat melanjutkan pengajuan anggaran saat membuka menu utama di sistem Kementerian Agama.
Kondisi ini membuat BOS Madrasah belum bisa dicairkan di berbagai daerah. Saat operator masuk ke menu ERKAM, tombol “tambah” yang seharusnya berwarna hijau justru tampil abu-abu. Ketika operator menekan tombol tersebut, sistem tidak menampilkan nominal anggaran. Proses pengajuan langsung terhenti.
Seorang operator madrasah swasta di Jawa Tengah, Nur, menyampaikan keluhannya. Ia menjelaskan bahwa lembaga harus mengajukan ERKAM sebelum mencairkan dana BOS. Namun aplikasi tidak memberi respons saat ia mencoba menambahkan komponen anggaran. “Kami klik menu tambah, tapi nominal tidak muncul. Kami tidak bisa lanjut,” ujarnya.
Nur bersama operator lain terus memantau aplikasi setiap hari. Ia bahkan membuka sistem hingga pukul 12 malam untuk memastikan server kembali normal. Namun hingga larut malam, aplikasi tetap tidak menampilkan perubahan.
Operator sudah mencoba login ulang dan mengecek jaringan internet. Mereka juga saling bertukar informasi untuk memastikan sumber kendala. Hasilnya tetap sama. Sistem tidak menjalankan fungsi tambah nominal sebagaimana mestinya.

Menjelang Lebaran, madrasah membutuhkan dana BOS untuk membayar honor, memenuhi kebutuhan operasional, dan menutup administrasi rutin. Jika aplikasi ERKAM terus bermasalah, lembaga akan kesulitan mengatur keuangan.
Operator berharap Kementerian Agama segera memperbaiki server dan memastikan aplikasi berjalan stabil. Mereka membutuhkan kepastian agar bisa menyelesaikan pengajuan ERKAM tepat waktu. Lebaran semakin dekat, dan madrasah menunggu solusi nyata agar dana BOS segera tersalurkan.
