Wisata Debu dan Lumpur Sambut Jalur Masuk Kendal (ilustrasi)

Wisata Debu dan Lumpur Sambut Jalur Masuk Kendal, Warga Mengeluh

KENDAL, ISR – Keluhan terhadap dampak aktivitas tambang Galian C dan lalu lalang dump truk di wilayah Kendal terus bermunculan. Sejumlah warga dan pengguna jalan menyatakan ketidaknyamanan mereka akibat polusi debu dan lumpur yang mengotori jalanan utama selama berhari-hari.

​Pantauan di media sosial menunjukkan banyak netizen mengeluhkan kondisi infrastruktur yang dinilai kian memburuk. Beberapa warga bahkan menyindir bahwa pemandangan dump truk dan kepulan debu kini menjadi “sambut utama” begitu memasuki wilayah Kabupaten Kendal.

​Netizen: Masuk Kendal Disambut Wisata Debu dan Dump Truk

​Kolom komentar di platform media sosial dipenuhi keluhan serupa dari warga lokal. Salah satu pengguna jalan dengan akun Rupii Pii menuliskan sindiran menohok, “mau wisata debu dan lumpur masuk kota kendal sambutan pertama tugu dum truk.”

​Kondisi ini memicu pudarnya kebanggaan warga terhadap daerahnya sendiri, hingga memunculkan kembali istilah lokal bermakna negatif. “Kendal kota Gebal (berdebu/kotor), orak Gebal orak kendal berarti ki ceitane (tidak berdebu bukan Kendal berarti ceritanya),” tulis akun Fak****.

​Sebagian netizen bahkan merasa aspirasi mereka selama ini tidak pernah didengar oleh pihak berwenang, hingga mendambakan adanya figur vokal yang berani membenahi karut-marut ini.

“Kendal butuh sosok seperti mas botok Pati yg berani menyuarakan pendapat dan tdk takut sama siapapun..” sebut Wi****, yang disetujui oleh Ku****, “Belum ada tokoh pemberani di Kendal.”

​Dugaan Pembiaran Aktivitas Galian C

​Sejumlah warga menduga penumpukan polusi debu ini dipicu oleh lemahnya pengawasan terhadap armada dump truk pengangkut hasil Galian C yang tidak menutup muatannya dengan rapat serta tidak mencuci roda saat keluar dari area tambang. Hingga kini, pihak terkait belum memberikan penjelasan ataupun tindakan penertiban yang masif di lapangan.

​Meski demikian, tidak semua netizen memandang negatif aktivitas tambang ini. Akun Jho***** menilai ada sisi ekonomi yang masif dari aktivitas tersebut.

“Dr galian C Kendal bisa buat lahan untuk banyak industri dan menyerap jutaan tenaga kerja,” tulisnya.

Sektor industri memang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah, namun masyarakat meminta agar regulasi lingkungan dan kebersihan jalan tetap ditegakkan demi kesehatan publik.

​Nomor Bantuan Pengaduan Dinas Beredar

​Di tengah ramainya keluhan, masyarakat diimbau untuk melaporkan pelanggaran aktivitas truk tambang yang mengganggu fasilitas publik melalui kanal resmi berikut:

Klik taut

https://lapor.go.id/instansi/pemerintah-kabupaten-kendal

​Pelanggan jalan tetap diimbau berhati-hati, menjaga jarak aman dengan dump truk, serta selalu menggunakan masker saat berkendara untuk menghindari dampak buruk polusi debu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!