Info Haji Terkini: Kisah Inspiratif Kloter 28 SOC Semarang yang Viral di Masjidil Haram
Mekkah, ISR – Semangat tolong-menolong ditunjukkan secara nyata oleh jemaah Kloter 28 SOC Semarang saat mengawal 20 jemaah lansia menjalani tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Senin (11/5/2026) dini hari. Meskipun kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari Madinah, para relawan muda tetap bersemangat memberikan bantuan fisik bagi sesama anggota rombongan.
​Sebanyak 356 jemaah haji asal Semarang yang tergabung dalam Kloter 28 SOC Semarang baru saja tiba di Makkah pada Sabtu malam sebelumnya. Walaupun memikul beban fisik luar biasa, keletihan tersebut sama sekali tidak menyurutkan empati mereka untuk saling membantu di tanah suci.
​Para jemaah bugar secara sukarela membantu jemaah lansia melaksanakan umrah wajib pada malam hari. Strategi “gelombang malam” ini terbukti efektif melindungi jemaah dari terik matahari Makkah dan kepadatan massa yang ekstrem.
​Alasan Menolak Jasa Kursi Roda Berbayar
​KBIHU Muhammadiyah secara tegas memilih untuk tidak menggunakan jasa dorong komersial di Masjidil Haram. Keputusan ini berfokus pada kualitas spiritual dan bimbingan ibadah selama proses tawaf serta sai berlangsung.
​Ketua Kafilah KBIHU Muhammadiyah Kloter 28 SOC Semarang, Dr. Mafrukhi, menjelaskan bahwa petugas komersial sering kali mendorong terlalu cepat. Hal tersebut berisiko mengganggu kekhusyukan doa jemaah lansia.
​”Jemaah lansia atau risiko tinggi didorong kursi rodanya oleh petugas dan jemaah dari rombongan,” ujar Dr. Mafrukhi. Ia menambahkan, pihaknya tidak menggunakan jasa eksternal karena mereka hanya mendorong tanpa disertai manasik dan doanya.
​Solidaritas Jemaah Haji Jawa Tengah Viral
​Aksi dorong mandiri ini justru menjadi ladang amal bagi jemaah muda. Mereka saling berebut untuk memastikan para sesepuh dapat menyelesaikan rukun haji dengan nyaman dan tanpa rasa takut tertinggal.
​TPIHI Kloter 28 SOC Semarang, Drs. H. Nurbini, M.Si., mengaku terharu melihat antusiasme para relawan. Koordinasi antara petugas sektor dan ketua rombongan berjalan sangat mulus di lapangan.
​”Bahkan jumlah relawan yang mendorong berlebih. Satu kursi didorong bergantian oleh dua sampai tiga jemaah. Paling tidak ada 40 orang yang ikut mendorong,” ujar Drs. H. Nurbini, M.Si. dengan nada bangga.
​Kini, kabar haji SOC 2026 tersebut terus menjadi perbincangan hangat di media sosial. Solidaritas jemaah haji Muhammadiyah Kota Semarang ini memberikan pesan kuat bahwa kemabruran haji juga terpancar dari kepedulian terhadap sesama.
