Kegiatan Pembinaan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kecamatan Brangsong yang dilaksanakan di SMA NU 05 Brangsong pada 30 April 2026, diikuti kepala sekolah dan guru se-Ma’arif Brangsong dalam rangka penguatan Aswaja serta sinergi menyukseskan SPMB.

Pembinaan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Brangsong Tekankan Sinergi, Aswaja, dan Sukses SPMB

Brangsong – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kecamatan Brangsong menggelar kegiatan pembinaan guru dan sosialisasi Sukses SPMB pada Kamis, 30 April 2026, bertempat di SMA NU 05 Brangsong. Kegiatan ini dihadiri jajaran MWC NU Brangsong, pengurus LP Ma’arif, kepala sekolah, serta dewan guru di lingkungan Ma’arif NU Brangsong.

Acara diawali dengan pembukaan oleh KH. Kaerudin, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, dan Mars LP Ma’arif. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh Mujahidin.

Dalam sambutannya, Ketua LP Ma’arif NU Kecamatan Brangsong, Muhammad Makhzun, S.Pd.I, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar lembaga pendidikan Ma’arif NU.

“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menyukseskan SPMB. Diperlukan inovasi, kolaborasi, serta saling berbagi praktik baik antar lembaga agar kita semakin kuat sebagai satu jaringan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga memaparkan berbagai praktik baik dari masing-masing lembaga, mulai dari strategi sosialisasi ke masyarakat, pendekatan personal, hingga pemanfaatan media sosial dan penguatan program unggulan sekolah.

Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan praktik baik dari masing-masing sekolah sebagai sarana berbagi pengalaman dan strategi dalam meningkatkan minat peserta didik baru.

KH. Nurhamid, Ketua Tanfidziyah MWC NU Brangsong, menyampaikan pembinaan kepada guru dan kepala sekolah dalam kegiatan Pembinaan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kecamatan Brangsong di SMA NU 05 Brangsong, Kamis (30/4/2026).

Pembinaan disampaikan oleh KH. Nurhamid selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Brangsong. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa guru di lingkungan LP Ma’arif NU bukan hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai penegak ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

“Guru Ma’arif adalah penjaga dan penguat nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah di tengah masyarakat. Maka peran ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Terkait SPMB, KH. Nurhamid juga mendorong seluruh lembaga untuk tidak ragu melibatkan stakeholder NU dalam upaya peningkatan peserta didik baru.

“Jangan sungkan untuk melibatkan stakeholder NU. Kami siap membantu dalam menjalin komunikasi dan memperkuat jejaring demi kesuksesan bersama,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya melakukan pendekatan secara menyeluruh kepada berbagai unsur masyarakat, termasuk menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan sekolah negeri sebagai bagian dari strategi membangun kepercayaan dan sinergi pendidikan.

Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif guru dalam badan otonom (banom) NU di berbagai tingkatan, serta perlunya setiap lembaga memiliki target yang jelas agar pengembangan pendidikan lebih terarah.

Kegiatan ditutup dengan doa oleh Kyai Muhaimin Anwar, dilanjutkan dengan mushofahah dan saling bersalaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Brangsong semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan, sekaligus memperkuat peran sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!