Siswa MA Sabilunnajah melakukan praktik pembuatan eco enzyme dari limbah kulit buah program MBG dengan pendampingan Umi Kholisoh.
Siswa MA Sabilunnajah melakukan praktik pembuatan eco enzyme dari limbah kulit buah program MBG dengan pendampingan Umi Kholisoh.

Siswa MA Sabilunnajah Sulap Limbah Kulit Buah Jadi Pupuk, Sabun, dan Parfum

Kendal – Siswa MA Sabilunnajah sulap limbah kulit buah jadi pupuk, sabun, dan parfum melalui pengolahan eco enzyme dari limbah program MBG. Kegiatan ini melibatkan siswa secara aktif dengan pendampingan guru, Umi Kholisoh.

Program ini menunjukkan bagaimana siswa MA Sabilunnajah sulap limbah kulit buah jadi pupuk, sabun, dan parfum sebagai bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan. Para siswa mengumpulkan kulit buah, kemudian mengolahnya melalui proses fermentasi hingga menghasilkan eco enzyme yang siap dimanfaatkan.

Dari eco enzyme tersebut, siswa bersama Umi Kholisoh mengembangkan berbagai produk turunan. Mereka mengolahnya menjadi pupuk organik untuk tanaman, sabun ramah lingkungan, serta parfum alami.

Umi Kholisoh menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran lingkungan sekaligus melatih keterampilan siswa. “Kami mengajak siswa untuk peduli terhadap lingkungan dengan cara sederhana, yaitu mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Kepala MA Sabilunnajah, Muslih, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai program ini mampu mengintegrasikan pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, dan keterampilan praktis dalam satu kegiatan.

“Kegiatan ini sangat positif karena siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung. Ini menjadi bekal penting agar mereka lebih kreatif dan peduli lingkungan,” ungkapnya.

Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti kegiatan ini, mulai dari proses pengumpulan bahan hingga pengolahan hasil. Selain menghasilkan produk yang bermanfaat, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kolaborasi dan inovasi di kalangan siswa.

Melalui program ini, MA Sabilunnajah berharap dapat terus mengembangkan kegiatan serupa sebagai upaya menciptakan generasi yang peduli lingkungan, mandiri, dan kreatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!