Khafid Sirotudin Ingatkan Pentingnya Jejak Digital dalam Bimtek Kendal
Kendal– Khafid Sirotudin mengingatkan pentingnya jejak digital dalam Bimtek Kepenulisan Budaya Lokal Kendal yang digelar oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kendal, Rabu (22/4/2026), di Perpustakaan Daerah Kendal. Dalam forum ini, Khafid Sirotudin menekankan bahwa jejak digital bersifat abadi dan perlu diisi dengan hal positif.
Dalam Bimtek Kepenulisan Budaya Lokal Kendal tersebut, Khafid Sirotudin hadir bersama narasumber lain dari Lesbumi NU Kabupaten Kendal, yakni Muslichin serta Setia Naka Andrian. Khafid Sirotudin kembali menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penjagaan nilai budaya.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 40 peserta dari berbagai kalangan, seperti pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, dan masyarakat umum. Panitia memilih tema budaya lokal Kabupaten Kendal untuk mendorong lahirnya karya tulis berbasis kearifan lokal.
Jejak Digital Harus Bermakna
Khafid Sirotudin menekankan bahwa era digital dan kecerdasan buatan membawa dampak besar dalam kehidupan masyarakat. Ia mengajak peserta untuk memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Jejak digital itu abadi. Maka isi dengan amal saleh. Jangan sampai kemajuan teknologi membuat kita kehilangan jati diri,” tegasnya.
Peran Budaya Lokal
Sementara itu, Muslichin menjelaskan bahwa kebudayaan merupakan hasil karsa, karya, dan tindakan manusia. Ia mengajak peserta untuk menjaga dan membela budaya daerah dari pengaruh luar.
Menurutnya, perbedaan pandangan tentang budaya merupakan hal yang wajar. Namun, masyarakat harus tetap saling menghormati agar nilai luhur bangsa tidak luntur.
Menulis dengan Bahagia
Di sisi lain, Setia Naka Andrian yang juga dosen Universitas PGRI Semarang mengajak peserta menikmati proses menulis.
“Menulislah dengan bahagia sehingga pembaca juga akan membaca dengan bergembira,” ujarnya.
Dorong Lahirnya Penulis Muda
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi, menyebut kegiatan ini sebagai langkah nyata melestarikan budaya melalui tulisan.
Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan penulis muda Kendal yang produktif serta menghasilkan karya yang menjadi jejak sejarah di masa depan.
Melalui bimtek ini, peserta diharapkan mampu mengangkat budaya lokal ke dalam tulisan yang bernilai, sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah arus globalisasi.
