EMIS GTK Kembali ke Server Lama, Pencairan TPG PPG 2025 Belum Jelas
TPG PPG 2025 belum cair hingga akhir Februari 2026. Kondisi ini terjadi setelah perubahan sistem EMIS GTK yang kembali mengarah ke emisgtk.kemenag.go.id usai uji coba melalui emisgtk.imp. Pergantian platform ini memicu kebingungan operator dan berdampak pada proses pencairan tunjangan.
Sebelumnya, Kementerian Agama memindahkan pengelolaan data dari Simpatika ke EMIS GTK. Kemudian tim teknis menguji domain emisgtk.imp sebagai bagian dari penyesuaian sistem. Namun, sebelum proses berjalan stabil, sistem kembali lagi ke server lama. Perubahan berulang ini membuat operator harus menyesuaikan data dari awal.
Operator madrasah kini kembali memverifikasi status keaktifan guru, beban mengajar, serta kelengkapan administrasi lain. Mereka juga memastikan data mutasi dan NRG sudah sinkron. Proses ini membutuhkan ketelitian dan waktu. Akibatnya, pencairan tunjangan profesi guru tertunda.
Guru lulusan PPG tahun 2025 menjadi pihak yang paling terdampak. Banyak dari mereka telah memenuhi syarat administratif. Sebagian bahkan sudah memiliki NRG. Namun, hingga kini TPG PPG 2025 belum cair untuk periode Januari–Februari.
Situasi ini mengingatkan pada migrasi sistem beberapa tahun lalu. Saat itu, perpindahan dari Simpatika ke EMIS 4.0 juga menimbulkan kendala teknis. Kini pola serupa kembali terulang. Perubahan sistem tanpa masa transisi yang matang memperlambat proses validasi data.
Para guru berharap Kementerian Agama segera menetapkan satu sistem yang stabil dan konsisten. Sistem yang tetap akan mempermudah operator dalam mengelola data. Selain itu, kepastian platform akan mempercepat proses pencairan TPG.
TPG bukan sekadar tambahan penghasilan. Tunjangan ini menjadi hak profesional guru yang telah lulus sertifikasi. Karena itu, keterlambatan pencairan berdampak pada perencanaan keuangan banyak keluarga guru madrasah.
Kini para guru menunggu kepastian resmi mengenai jadwal pembayaran. Mereka berharap TPG PPG 2025 belum cair tidak menjadi masalah berlarut-larut, melainkan segera terselesaikan melalui perbaikan sistem yang konkret dan konsisten.
